Suara.com - Aksi elegan nan memukau yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/08/2018), rupanya ditandingi oleh sesama politisi PDIP, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Di hari yang sama, sama-sama membuka gelaran pesta rakyat, bedanya Jokowi berada dalam lingkup Asia, dari Istana ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Sedangkan Ganjar Pranowo membuka pesta rakyat HUT Jawa Tengah ke-68 dari Stadion Mochtar menuju lokasi Pesta Rakyat di Pantai Widuri Pemalang.
Jika Jokowi berdandan jas gagah mengendarai naked bike Yamaha FZ1 1.000cc dengan kawalan ketat Paspampres, Ganjar Pranowo justru eksentrik berkaos menunggangi Vespa 150cc jenis Super rakitan 1965 milik komunitas Vespa yang mengawalnya rewo-rewo (beramai-ramai).
Dua pemandangan kontras ini bukan untuk membedakan, justru menyatukan nada. Yaitu kebersamaan dengan rakyat menggunakan kendaraan roda dua (R2). Menunjukkan kekhasan masing-masing daerah.
Jakarta yang identik dengan budaya macet, berusaha dipecahkan Jokowi dengan alternatif menunggangi motor. Lebih efisien dan efektif, jarak tempuh lebih pendek karena potong kompas.
Sementara di Pemalang, yang menitikberatkan promosi produk UMKM dan pariwisata, butuh perhatian yang menyedot masyarakat luas. Ber-vespa terbuka adalah salah satu fokus penarik perhatian warga.
Ganjar Pranowo tampak santai memboncengkan istri, Siti Atiqoh, sepanjang jalan sejauh 5,5 km disambut ribuan warga yang berdiri berjajar di pinggir jalan. Tak ketinggalan para pelajar turut memeriahkan dengan kibaran bendera Merah Putih.
"Sepanjang jalan saya naik Vespa bersama istri, dikiranya pacaran, jadi teringat zaman SMA dulu," kata Ganjar Pranowo.
Pada pembukaan itu, hadir sebagian besar pejabat di Jawa Tengah, dari Bupati dan walikota beserta OPD. Juga Konsulat Jenderal Australia Surabaya.
Baca Juga: Pria Inikah Stuntman Pengendara Moge Jokowi?
"Semua bisa tumplek-blek di pantai ini. Pak Bupati, terimakasih. Pemkab Pemalang sudah mempromosikan kegiatan ini selama sebulan terakhir lewat virtual dan lainnya bahwa di sini ada pesta, pesta rakyat," katanya.
Ganjar Pranowo mengaku memang sengaja memberi perhatian lebih pada Kabupaten Pemalang. Selain wisata dan budaya, perkembangan teknologi Pemalang sangat luar biasa.
"Pemalang mendapat perhatian secara serius karena berhasil mengembangkan inovasi pelayanan publik, yakni teknologi informasi di tingkat desa, bahkan menang di tingkat internasional di Swiss," tukas Gubernur Jateng dua periode ini.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!
-
Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan
-
Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV
-
Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup
-
Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya
-
Tahan untuk Beli, Harga Emas Antam Berpotensi Naik Pekan Depan
-
Tiki-Taka vs Sihir Messi: Prediksi Pertarungan Sengit Final Spanyol vs Argentina
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z