Suara.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajuli membenarkan ada insiden seorang anak perempuan yang ditabrak mobil Toyota Camry berstiker Asian Games 2018, Rabu (22/8/2018).
Ia mengatakan, insiden kecelakaan itu terjadi di Jalan Pintu I kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu siang.
"Ada tadi (insiden kecelakaan) siang di Jalan Pintu 1 Senayan," kata Roma saat dikonfirmasi Suara.com.
Namun, Roma menyebutkan mobil bernomor polisi B 1311 PAB itu bukan milik petugas INASGOC, panitia penyelanggaran Asian Games 2018.
"Sepertinya bukan (mobil milik panitia INASGOC), hanya mobil yang berstiker keluar masuk Senayan, untuk antarjemput tamu hotel," kata Roma.
Lebih lanjut Roma menyampaikan, penyebab bocah perempuan itu ditabrak karena sopir mobil tersebut lupa mengaktifkan rem tangan. Alhasil, kendaraan yang diparkir itu meluncur dan menambrak anak tersebut.
"Mobilnya diparkir, tapi tidak pakai rem tangan, meluncur tanpa sopir nabrak anak kecil itu," kata Roma.
Sejauh ini belum diketahui seberapa parah luka-luka yang dialami bocah yang menjadi korban kecelakaan.
Sebab, kata Roma, setelah kejadian, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan kasus ini telah dilimpahkan ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya karena dianggap berkategori sebagai pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga: Sapi Kurban Prabowo Subianto Susah Tumbang saat Mau Disembelih
"Saya kurang tahu, bisa tanya UGD RSPP ya, penanganan lanjutnya Ditlantas Polda, saya tidak mengawasi kasus itu lagi,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal
-
Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI
-
13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara
-
Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil
-
Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok
-
Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB