Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang masa ganjil genap hingga perhelatan Asian Para Games 2018. Hal itu dilakukan guna menjaga kondusifitas selama ajang ini berlangsung.
Anies mengatakan, sesuai aturan ganjil genap hanya berlaku hingga Asian Games selesai pada 2 September 2018.
Namun, mengingat perhelatan Asian Para Games sebentar lagi akan dihelat, maka ganjil genap akan diperpanjang hingga perhelatan itu selesai.
Baca Juga: Hanifan dan Pipiet, Dua Sejoli Peraih Emas Asian Games 2018
"Nah karena itu kebijakan kita, Pemprov DKI akan meneruskan pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap sampai dengan selesainya Asian Para Games pada 13 Oktober 2018," kata Anies saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/3018).
Asian Para Games akan dihelat selama sepekan, yakni mulai 6 Oktober hingga 13 Oktober mendatang. Asian Para Games merupakan pesta olahraga atlet difabel dari berbagai negara di Asia.
Anies menjelaskan, dari hasil pembahasan dan temuan fakta-fakta selama Asian Games 2018 dalam jangka pendek, ada peningkatan kecepatan kendaraan sampai dengan 37 persen.
Tak hanya itu, ada peningkatan penumpang Transjakarta sampai dengan 40 persen.
Meski demikian, Anies belum bisa memastikan apakah nantinya ganjil genap akan dipermanenkan atau tidak.
Baca Juga: Dua Pasutri Peraih Medali Emas Asian Games 2018
Hingga kini, Anies masih mengumpulkan fakta-fakta lain yang mendukung untuk memutuskan kelanjutan ganjil genap.
"Ini semua (dampaknya) adalah dalam jangka pendek. Jadi kita akan cari data yang lebih lengkap sampai dengan Oktober," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ralat Pernyataan, Kodam IV/Diponegoro Minta Maaf dan Akui Pria yang Foto dengan Anies Anggota Intel
-
Waduh, Api Abadi Mrapen yang Pernah Nyalakan Obor Asian Games Kini Padam
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Video Anies Ajak Intel Foto Bareng Usai Kepergok Viral, Ini Respons Kodam Diponegoro
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan