Suara.com - Politik adalah panglima, begitulah kira-kira diktum yang berlaku di kalangan pebisnis Indonesia. Sebab, selain mencoba peruntungan di dunia murnis bisnis, tak sedikit dari mereka yang merambah ke panggung politik.
Termutakhir, pengusaha muda Sandiaga Uno yang memulai kiprahnya dalam pentas politik pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Kala itu, Sandiaga yang menjadi pendamping Anies Baswedan memenangkan pertarungan. Setelah menjadi wagub, Sandiaga kekinian mencoba kembali peruntungannya dalam kontestasi politik sebagai bakal calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto.
Sohibnya, Erick Thohir, juga mengikuti langkah Sandiaga. Jumat (7/9), ia ditunjuk calon presiden petahana Jokowi sebagai ketua tim kampanye nasional.
Padahal, sebelumnya, Erick Thohir belum meninggalkan jejak apa pun pada pentas politik.
Lantas, bagaimanakah nasib bisnis para pengusaha jika sudah masuk ke dunia politik? Apakah semakin menanjak atau malah bisnisnya menurun?
Analis dari Investasi Saran Mandiri Hans Kwee menilai, para pengusaha yang masuk ke dunia politik akan membuat positif laju usahanya.
Sebab, melalui jalur politik, para pengusaha bisa membuka peluang-peluang bisnis baru ke semua pihak.
"Memang, di Indonesia ini kekuatannya di politik. Jadi politik, hukum, baru bisnis. Masuk politik biar menguntungkan bagi bisnis," kata Hans saat dihubungi Suara.com, Minggu (9/9/2018).
Baca Juga: Status Calegnya Belum Jelas, M Taufik Bidik Kursi Wagub DKI
Menurut Hans, para pengusaha akan berusaha keras lebih dulu membangun bisnisnya agar lancar, sebelum masuki dunia politik.
Hal itu dilakukan agar para pengusaha memunyai cadangan, jika gagal berkarier dalam dunia politik.
"Biasanya mereka (pengusaha) akan masuk politik jika bisnisnya telah lancar," terang dia.
Meski begitu, tambah Hans, banyak konglomerat Indonesia yang tidak pusing-pusing memasuki ranah politik. Dia melanjutkan, konglomerat tersebut hanya fokus untuk mengembangkan bisnisnya.
"Grup-grup besar banyak yang tidak mau masuk politik, seperti Sinarmas dan Djarum. Jadi yang masuk hanya segelintir pengusaha," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat
-
Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan
-
Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang
-
Perlawanan Terakhir Nadiem Makarim Jelang Putusan, Ini yang Akan Diungkap
-
Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya
-
KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!
-
Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU