Suara.com - Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan kontestasi Pemilu Pilpres 2019 merupakan persaingan kader terbaik bangsa Indonesia sehingga masyarakat jangan sampai bertengkar dalam pesta demokrasi 5 tahun sekali tersebut.
"Ini kan demokrasi tiap 5 tahun sekali memilih, yang bersaing adalah kader terbaik Indonesia," kata Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas di acara deklarasi kampanye damai di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018) pagi.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga iklim kondusif agar pemilu berjalan damai dan lancar.
Menurut dia, pemilu bernuansa damai sudah dicontohkan para kontestan Pilpres. Misalnya ketika Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno mencium tangan Cawapres Ma'ruf Amin saat pengundian nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pada hari Jumat (21/9/2018).
"Silaturahmi itu penting, misalnya Sandiaga cium tangan Ma'ruf Amin. Lalu nanti para kontestan bertemu dan berpelukan, itu keren," ujarnya seperti dilansir Antara.
Ia menghimbau para sukarelawan masing-masing pasangan calon jangan saling bertengkar karena semua bersaudara sehingga perlu saling silaturahmi.
Selain itu, dalam acara deklarasi kampanye damai itu, Zulkifli memilih menggunakan pakaian adat Betawi meskipun dirinya berasal dari Lampung.
Berita Terkait
-
Capres-Cawapres Diarak Keliling Monas, Tim Prabowo Sepi Pendukung
-
Hadiri Kampanye Damai, Prabowo dan Titiek Soeharto Datang Semobil
-
Kampanye Damai Kenakan Baju Adat, Ma'ruf Amin Tampil Beda
-
Makan Soto di Pinggir Jalan, Sandiaga: Tempenya Tak Setipis ATM
-
Prabowo: Saya Pernah Diejek dan Ditertawakan, Belum Ditembak
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
Terkini
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
-
Anggota DPR Tanya ke BNN: Whip Pink Mulai Menggejala, Masuk Narkotika atau Cuma Seperti Aibon?
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis