Suara.com - Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra membantah telah menerima suap dalam kasus dugaan jual-beli jabatan dan perizinan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada 2018. Bantahan itu disampaikan Sunjaya usai diperiksa KPK pada Jumat dini hari (26/10/2018) di Jakarta.
"Enggak ada saya menerima uang itu ya," kata Sunjaya yang sudah mengenakan rompi oranye di pelataran Gedung KPK.
Sunjaya juga membantah tuduhan telah melakukan jual jabatan di Kabupaten Cirebon.
"Enggak, enggak ada itu (jual jabatan)," ujar Sanjaya sambil memasuki mobil tahanan KPK.
Sunjaya ditahan di Rumah Tahanan KPK Cabang K-4, Jakarta Selatan.
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, diduga para pejabat Kabupaten Cirebon membayar sebesar Rp 125 juta ke Sunjaya demi mendapatkan jabatan tertentu. Uang tersebut tidak diterima langsung Sunjaya, namun dititipkan ke ajudan dan sekretaris pribadinya.
Marwata mengatakan mantan Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu memiliki uang Rp 6,425 miliar, yang disimpan di rekening bank atas nama orang lain.
"Rekening itu digunakan untuk menampung (setoran) terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2018," tutup Alexander.
KPK, pada Kamis (25/10/2018), telah menetapkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra (SUN) sebagai tersangka dan langsung ditahan pada Jumat dini hari. Sunjaya disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b tindak pidana korupsi dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke- KUHP.
Pihak pemberi Gatot, dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Berita Terkait
-
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim
-
KPK: Pemerasan Bupati Pemalang Baru Libatkan Staf KPK Dias dan Ayahnya, Perantara Masih Diusut
-
Staf KPK Dicecar Penyidik soal Mekanisme Pemerasan Terkait Perkara Bupati Pemalang
-
Kadis PUPR Kota Bengkulu Dicecar KPK soal Proyek IPAL hingga Dugaan Penerimaan Uang
-
5 Bupati Jawa Tengah Terjaring OTT KPK, Ada yang Niat Nyogok tapi Malah Kena Peras
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban
-
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa
-
Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP
-
SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
Daftar Mobil yang Wajib Dicoba Langsung Para Perempuan di Area Test Drive GIIAS 2026