Suara.com - Lima orang pengungsi korban gempa di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat hendak pulang dari lokasi pengungsian.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Mamasa Iptu Muhammad Nur di Mamuju, Rabu (14/11/2018) pagi mengatakan, telah terjadi korban kecelakaan kendaraan truk pengangkut pengungsi yang terguling ke jurang di sekitar Sungai Bussu, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa.
Jajarannya turun langsung mengawal sekaligus membantu mengangkat keranda mayat warga korban truk terguling dengan nomor kendaraan DC 9425 AD.
"Kendaraan yang dikemudikan oleh David Toding lepas kontrol sehingga terjatuh ke jurang di sekitar sungai," katanya seperti dilansir Antara.
Ia mengatakan korban pengungsi yang meninggal dalam kecelakaan itu di antaranya Ambe Rapa (60) sebagai petani dengan alamat Bombonglambe, kemudin Ambo Bombong (50) pekerjaan petani Alamat Osango, Ningsi (30) alamat Bombong Lombe Kemudian Sela berumur satu tahun alamat Desa Bombonglambe dan Pai Kembong (55) alamat Desa Taupe meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
Selain korban meninggal sejumlah warga mengalami luka luka dan dirawat di puskesmas dan rumah sakit, di antaranya Payung (51) alamat Taupe, kemudian Demmabisa (20) alamat Taupe, Anace (32) alamat Karangan, Levira David (40) alamat Randanan, Nikita (7) alamat Taupe, dan Eda (33) alamat Taupe.
"Korban meninggal dunia tersebut dikawal personol Satlantas dan Satsabhara Polres Mamasa, untuk dimakamkan dan sampai dengan saat ini tetap aman kondusif, tidak ada gejolak dari pihak keluarga korban," demikian Iptu Muhammad Nur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?