Suara.com - Sebanyak delapan jenazah korban terjangan tsunami Selat Sunda belum berhasil teridentifikasi. Hingga kini, kedelapan jenazah masih berada di kamar mayat RSUD Berkah Pandeglang, Banten.
Kabid Dokkes Polda Banten dr Nariyana mengatakan, kondisi korban tsunami sulit dikenali karena sudah lebih dari sepekan sejak kejadian tsunami menerjang Banten dan Lampung Selatan. Kondisi tersebut menyulitkan tim DVI untuk melakukan proses identifikasi.
"Saat ini jenazah berada di RSUD Berkah Pandeglang," kata Nariyana melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Minggu (30/12/2018).
Hingga Minggu (30/12/2018), kepolisian telah berhasil melakukan identifikasi sebanyak 241 korban tsunami. Seluruh korban telah dipulangkan kepada keluarga masing-masing.
Nariyana meminta keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya diharapkan dapat segera mendatangi RSUD Berkah Pandeglang atau menghubungi call center DVI Polda Banten pada nomor 087879529622.
Berikut merupakan ciri-ciri jenazah korban tsunami yang belum teridentifikasi:
1. Jenazah laki-laki perkiraan umur 20-30 tahun. Memiliki ciri khusus di pipi kiri bawah di sudut mata terdapat tahi lalat berbentuk bulat warna hitam 0,1x0,1 cm. Di atas bibir sisi kanan di atas sudut bibir terdapat tahi lalat 0,1x0,1 cm, pada pangkal lengan atas kanan sisi depan terdapat tahi lalat hitam 0,4x0,3 cm.
Pada dada sisi kanan terdapat tahi lalat warna hitam ukuran 0,1x0,1 cm, rambut lurus hitam panjang 1,5 cm, tinggi badan 157 cm, panjang telapak kaki 22 cm, celana dalam bahan kaus warna biru ukuran S terdapat tulisan 'Hicoop'. Memakai gelang manik bulat bahan kayu warna cokelat dengan tali benang.
2. Jenazah perempuan perkiraan usia 4-5,5 tahun. Memiliki ciri tali lalat berwarna hitam di dahi, pelipis kanan, di bawah kelopak mata kiri, dan bokong kanan. Memakai anting bentuk bulat tanpa mata warna kuning emas terpasang pada dua cuping telinga, pakaian gaun bahan kaus warna biru jenis long dress, celana dalam bahan kaus.
Baca Juga: Puting Beliung Terjang Cirebon, Ngeri!
3. Perempuan berusia 18-25 tahun dan tinggi 150 cm. Ciri khusus, kuku jari kedua tangan tampak panjang dengan ujung kuku tanpak rata, rambut hitam beruban lurus 11 cm, pada kedua lutut ada jaringan parut berwarna lebih terang berukuran 3x1,5 cm dan 1x0,5 cm.
4. Perempuan berusia 27-40 tahun dan tinggi 155 cm. Ciri khusus, rambut hitam panjang 17 cm, celana dalam bahan katun hitam polos.
5. Laki-laki dewasa, tinggi 169 cm, rambut hitam pendek cepak, memiliki tahi lalat di dada sisi kiri dan puncak bahu kiri, berambut lebat pada tangan dan kaki.
6. Laki-laki dewasa dengan tinggi badan 165 cm. Pada pipi kanan terdapat tahi lalat berwarna hitam ukuran 1,5x1 mm 8 cm sejajar sudut bibir kanan. Terdapat tahi lalat pada pipi kiri warna cokelat di bawah kiri alis.
7. Laki-laki dewasa dengan tinggi 165 cm dan berkumis. Perkiraan usia 40-70 tahun. Memakai celana training biru dengan 3 garis warna putih, baju bahan kaos lengan panjang warna hijau dengan tulisan 'PD. OSCAR' warna hitam pada bagian dada sebelah kiri, memakai celana dalam warna biru.
8. Laki-laki dewasa usia kira-kira 30-50 tahun dengan tinggi 163 cm. Memakai jaket bahan kaos berwarna biru pada bagian badan dan lengan panjang berwarna hitam. Pada dada kiri terdapat logo huruf 'P' berwarna coklat pada bagian punggung terdapat tulisan 'PLASBOX' berwarna coklat, 'PLASBOX SEREAMED' berwarna hitam.
Selain itu ia juga memakai kaos berwarna abu-abu dengan gambar kartun di bagian dada. Jenazah memakai celana denim panjang warna abu-abu dengan ikat pinggang berbahan kain warna hitam-abu-abu. Jenazah juga mengenakan celana pendek bahan katun motif abstrak warna merah-kuning-hitam.
Berita Terkait
-
Beroperasi Pasca Tsunami, Wakil Wali Kota Serang Segel Tempat Hiburan Malam
-
Kemenkes Pastikan Obat dan Tenaga Kesehatan Cukup di Lampung Selatan
-
Masih Menganggur, Nelayan di Pandeglang Khawatir Mengalami Kecelakaan Laut
-
3 Penyakit Ini Intai Pengungsi Tsunami Selat Sunda
-
Bantu Korban Tsunami, GOJEK Salurkan Bantuan ke Banten dan Lampung
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan