Suara.com - Merisa Ayu Ningrum, seorang perempuan menjadi korban penganiayaan oleh pria bernama M Juhairi. Parahnya, aksi penganiyaan itu terjadi saat korban sedang menuaikan ibadah salat di Masjid Al Istiqomah, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimatan Timur pada Jumat (28/12/2018) pekan lalu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyampaikan polisi kini sudah mendapatkan informasi pelaku terkait aksi penganiayaan di lingkungan ibadah itu. Bahkan, kata dia, Polres Samarinda telah membentuk tim khusus untuk memburu Juhairi yang kini masih buron.
"Saat ini pelaku masih dalam proses pengejaran," kata Dedi saat dikonfirmasi, Selasa (1/1/2019).
Diketahui, pelaku menganiaya korban dengan menggunakan sebuah balok. Akibat penganiayaan itu, Ayu mengalami luka lebam di bagian leher bagian belakang.
Terkait pengejaran itu, Dedi mengaku belum mengetahui soal motif di balik aksi penganiayaan ketika korban sedang melaksanakan salat. Sebab, kata dia, sejauh ini dirinya belum mengetahui perkembangan terkait penyelidikan kasus tersebut yang kini ditangani Polres Samarinda.
"Nanti kalau ada perkembangan baru akan dilaporkan," katanya
Berita Terkait
-
Petani Dibekuk Polisi Setelah Sebar Teror Bom di Kupang
-
Polisi Depok Tewas di Kuburan, Warga Dengar Suara Mirip Petasan
-
Anggota Polisi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dekat TPU Depok
-
Evakuasi Potongan Badan, 2 Polisi Ditembak di Sulawesi Tengah
-
Cari Pembakar Mushaf Alquran, Polisi Periksa 10 Saksi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat