Suara.com - Aksi geng motor yang membacok seorang warga bernama Bahar Siregar (24) terekam CCTV di Kelurahan Lewinangung, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat pekan lalu.
Berdasarkan pengakuan korban, para pelaku geng motor yang menyerangnya berjumlah 9 orang dengan menggunakan 3 sepeda motor.
"Ada 5 orang serang saya, satu orang meminta handpone," kata Bahar kepada Suara.com, Jumat (4/1/2019).
Menurut dia, kelima orang ini terlihat masih ABG dan mengunakan masker. Karenanya, wajah para pelaku tidak bisa dikenali. Kawanan geng motor tiba-tiba mendatanginya dan meminta paksa telepon genggam miliknya.
Tak ingin barang miliknya berpindah tangan begitu saja, Bahar menolak. Hal itu membuat kawanan geng motor menyerangnya mengunakan senjata celurit.
"Untungnya saya selamat. Ketika dia minta hp saya tolak dan kabur lalu terjatuh. Di situlah saya diserang celurit," ungkapnya.
Terkait peristiwa yang menimpa Bahar itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku.
"Kami cek terlebih dahulu. Kalau benar kami tindaklanjuti," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Kota Depok Kompol Firdaus.
Diketahui, aksi sadis geng motor itu terjadi di dekat klinik kecantikan di Jalan Raya Leuwinanggung, Tapos, Depok, Jawa Barat pada Minggu (30/12/2018).
Baca Juga: Kasus Penipuan, Mantan Teman Duet Laporkan Lucinta Luna ke Polisi
Korban yang saat itu tengah berada di depan bengkelnya tiba-tiba didatangi oleh geng motor yang berjumlah 9 orang dengan mengendarai 3 sepeda motor.
Para pelaku seketika memaksa korban untuk menyerahkan ponsel seraya mengacungkan celurit ke arah korban. Beruntung nyawa korban masih selamat meski menderita sejumlah luka di tubuhnya.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM