Suara.com - Kaca ruangan depan Kantor Pengadilan Negeri Kota Depok diduga pecah akibat dilempar batu oleh orang tak dikenal pada Selasa (5/2/2019) dini hari.
Kepala Pengadilan Negeri Kota Depok Soebandi mengakui mendapatkan informasi adanya pelamparan itu sekitar pukul 00.30 WIB. Bahkan, kata dia, suara benturan benda yang membuat kaca pengadilan pecah itu seperti ledakan bom.
"Saya dapat kabar dari Sekretaris Pengadilan Negeri katanya kaca depan pecah. Informasi itu juga diperolehnya dari satpam yang jaga katanya, sempat dengar juga suara keras sekali (seperti bom)," ucapnya.
Soebandi menuturkan, dari hasil rekaman CCTV yang terpasang di sekitar Gedung Pengadilan terlihat ada benda mirip sebongkah batu yang diduga sengaja dilemparkan dari arah luar.
"Dari CCTV memang terlihat ada benda (batu), namun kita masih selidiki dulu apakah benar itu sengaja dilemparkan dari luar," tuturnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengaku telah menerima laporan terkait dugaan pelemparan batu tersebut, sejumlah petugas dari unit Identifikasi telah turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.
"Kami menerima laporan dan langsung menurunkan anggota untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi di lokasi," kata Firdaus.
Menurutnya, berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di pengadilan, kaca pecah dari ujung atas dan bukan dari tengah.
"Dari keterangan, dua saksi yang menjaga ketika kaca pecah tidak ada orang yang berada di sekitar TKP,"
"Sementara ini dugaan kami, kaca pecah sendiri namun penyebabnya apa nanti dikomunikasikan dengan pihak terkait yang mengerti hal tersebut," pungkasnya.
Baca Juga: Disangka Pelaku Begal, Lelaki Gangguan Jiwa Nyaris Diamuk Massa
Kontributor : Dwi Morison
Berita Terkait
-
Rumah Dilempari Batu, Sarwendah yang Lagi Hamil Alami Kram Perut
-
Mobil Politisi Gerindra Dilempari Batu, Sopir Luka di Bagian Mata
-
Viral di Medsos, Pelempar Batu di Tol Kembangan Terungkap
-
Lempari Kendaraan di Tol Pakai Batu, Polisi Ringkus Dua Remaja
-
Jenderal TNI Jadi Korban Pelemparan Batu di Tol Jagorawi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK