Suara.com - Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi menemukan dua warga negara asing yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu dan Pilpres 2019.
Anggota Divisi Data KPU Kota Bekasi Pedro Purnama Kalangi mengatakan, dua WNA itu diketahui berkebangsaan Amerika Serikat dan Filipina.
Ia mengatakan, kedua WNA itu diketahui masuk DPT setelah melakukan pengecekan di aplikasi Sisten Data Pemilih (Sidalih).
"Pada tanggal 27 Februari 2019, kami melakukan kordinasi ke Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), lalu diberikan data 109 WNA yang terdata pemegang KTP, atau NIK (nomor induk kependudukan)," kata Pedro di Kantor KPU Kota Bekasi, Jalan Ir Juanda, Kota Bekasi, Selasa (5/3/2019).
Dari 109 data WNA pemilik KTP, pihaknya lalu melakukan pencocokan pada aplikasi Sidalih, lalu terdapat dua nama yang rupanya cocok dengan DPT Pemilu 2019 Kota Bekasi.
Dua WNA yang masuk DPT Kota Bekasi atas nama Jamima Maquiling warga negara Filipina dan Jewel Lee La Russa warga negara AS. Keduanya berjenis kelamin perempuan dan masing-masing tinggal di Bekasi Utara.
Temuan dua WNA yang masuk ke DPT Pemilu 2019 ini langsung dikordinasikan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, untuk selanjutnya dilakukan pencoretan.
Untuk diketahui, DPT Kota Bekasi untuk Pemilu 2019 mencapai 1.682.120 jiwa, jumlah ini belum dikurangi dua WNA yang sebelumnya sempat masuk ke DPT sebelum akhirnya dicoret.
Pedro menjelaskan, dua WNA itu masuk DPT karena saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit), pihaknya belum mendapatkan berkas khusus data WNA pemilik KTP.
Baca Juga: Tes DNA Anak Terkuak, Minggu Depan Bebas Penjara
"Karena waktu itu kami menerima data kependudukan seluruhnya ya. Jadi ada data WNA yang masuk. Karena kalau dilihat dari NIK-nya tidak ada beda. Kini kami pastikan tidak lagi ada WNA masuk DPT.”
Kontributor : Dede Tiar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut