Suara.com - Sebanyak 166.523 penumpang melakukan registrasi pada hari keempat uji coba umum kereta Mass Rapid Transit Jakarta, Jumat (8/3/2019). Uji coba MRT tersebut untuk fase satu rute Bundaran HI – Lebak Bulus dan sebaliknya.
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhammad Kamaludin menjelaskan, pendaftaran uji coba umum yang masih tersedia adalah untuk tanggal 18 – 22 Maret 2019. Pendaftaran uji coba MRT Jakarta bisa dilakukan melalui laman daring ayocobamrtj.com.
"Total kuota publik tersisa sebanyak 119.077 orang dari 285.600 orang. Stasiun MRT Bundaran HI masih menjadi pilihan terbanyak untuk stasiun keberangkatan, dengan jumlah 41.826 orang pendaftar," ujar Muhammad Kamaludin melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com.
Sebelumnya, hari kedua, sebanyak 144.623 orang telah mendaftar untuk bisa ikut uji coba MRT Jakarta. MRT Jakarta memberikan waktu untuk uji coba umum MRT Jakarta 12 - 24 Maret 2019.
Registrasi online sudah dibuka sejak tanggal (5/3/2019) dari pukul 10.00 WIB. Untuk melakukan registasi online dibagi menjadi dua, yakni untuk pendaftaran reguler dan pendaftaran dengan disabilitas.
Uji coba umum MRT Jakarta ini supaya masyarakat bisa merasakan pengalaman awal sebelum diberlakukan operasi komersial. Untuk melakukan uji coba MRT Jakarta hanya bisa dilakukan untuk satu orang sekali perjalanan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini