Suara.com - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean berkomentar soal infrastruktur langit yang diucapkan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin dalam debat ketiga Cawapres, Minggu (17/3/2019) malam.
Ferdinand menyebutkan infrastruktur langit digunakan untuk orang tua menuju akhirat.
Sebelumnya, Maruf Amin dalam debat semalam memaparkan prestasi pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Capres petahana Joko Widodo atau Jokowi.
Maruf Amin menyebutkan Jokowi bukan hanya mampu membangun infrastruktur darat, laut, dan udara akan tetapi juga infrastruktur langit.
"Infrastruktur langit untuk orang tua menuju akhirat," tulis Ferdinand dalam akun Twitter pribadinya @Ferdinand_Haean pada Minggu (17/3/2019) pukul 21.07 WIB.
Cuitan tersebut mendapat respon ratusan netizen yang sebagian besar menyarankan Ferdinand Hutahaean untuk menghormati ulama. "Soal usia, hanya Alloh yang tahu. Usia muda bukan jaminan hidup lebih lama. Tolong yang sopan," kata netizen.
Namun, cuitan Ferdinand kembali dihapus oleh sang pemilik setelah mendapat ratusan hujatan. Terlihat tidak ada lagi cuitannya bertengger di laman Twitternya.
Infrastruktur langit yang dimaksud Maruf Amin ialah pembangunan satelit Palapa Ring. Menurutnya, pembangunan itu justru menjadi pendorong banyaknya perusahaan start-up yang tumbuh kembang di Indonesia.
"Infrastruktur langit yaitu melalui palapa ring. Sehingga tumbuh usaha start up, dan juga unicorn, bahkan sebentar lagi akan ada decacorn," kata Maruf Amin saat debat ketiga Pilpres 2019 di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).
Baca Juga: Ma'ruf Amin Dinilai Sukses Menjawab Keraguan Publik di Debat Cawapres
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang
-
Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich
-
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
-
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
-
Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
-
Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029
-
Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital