Suara.com - Jajaran Polsek Tambora, Jakarta Barat baru saja meringkus pelaku perampasan di Jalan Aljihad Raya, Jembatan Besi, Tambora. Bahkan, aksi kekerasan tersebut sempat terekam hingga viral di media sosial.
Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh mengatakan, pihaknya menangkap satu pelaku berinisial UP (26). Sementara, dua pelaku lainnya masih berstatus DPO.
"Kita masih menangkap satu pelaku, yang lain masih dalam proses pengejaran, dua pelaku lainnya," ujar Iver Son saat dikonfirmasi, Jumat (29/3/2019).
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (24/3/2019) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya yang sedang berjalan kaki tiba-tiba dihentikan oleh tiga orang pelaku dengan menggunakan sepeda motor secara berboncengan.
Kemudian salah satu pelaku berpura-pura menuduh kalau korban sebagai pelaku tawuran. Korban dan rekannya pun mengelak atas tuduhan tersebut.
Saat itulah, salah satu pelaku meminta ponsel genggam milik korban. Usai berhasil mendapatkan ponsel genggam itu, pelaku menggasak dompet korban dan rekannya.
"Korban dan saksi takut karena salah satu pelaku ada yang membawa samurai. Selanjutnya pelaku yang membawa samurai mengeluarkan samurai dari sarungnya dan mengarahkan kepada pelapor dan saksi sambil memerintahkan agar menunggu di TKP," jelasnya.
Korban akhirnya membuat laporan ke Polsek Tambora pada Rabu (27/3/2019). Tersangka UP akhirnya berhasil diringkus di kediamannnya di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.
"Hingga saat ini kami masih terus mengejar dua pelaku lainnya yang masih buron," ucap Iver Son.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Sebut OTT KPK Terkait Jasa Angkut Amoniak, Bukan Pupuk
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK