Suara.com - Wakil Direktur Eksekutif CSIS atau Center for Strategic and International Studies Medelina K Hendytio berharap Debat Pilpres 2019 selanjutnya antar capres dan cawapres dapat ditingkatkan efektivitasnya. Salah satunya untuk memanfaatkan waktu yang diberikan saat berlangsung debat.
Karena saat debat capres berlangsung, para calon presiden tidak menggunakan waktu yang tersisa untuk menyampaikan hal-hal penting lainnya yang bisa dijelaskan dan dipaparkan saat itu.
"Ketika debat berlangsung, sebenarnya masih ada sisa waktu, namun tidak digunakan dengan baik untuk menyampaikan hal-hal lain," kata Medelina dalam diskusi pascadebat capres di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).
Dia juga menambahkan bahwa seharusnya kedua calon presiden tidak hanya mengulang topik yang sama. Tetapi seharusnya membahas sesuatu yang belum disampaikan terkait dengan visi dan misinya jika terpilih nanti.
"Apa yang harus disampaikan harusnya adalah tentang visi misi selanjutnya", kata dia lagi.
Medelina juga mengatakan jika menjelang debat sebaiknya capres melakukan latihan terlebih dahulu mengenai topik yang akan dipaparkan, sehingga paparan akan menjadi lebih efektif. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati
-
Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia
-
Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'
-
Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung
-
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?
-
11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius