Suara.com - Nomor akun WhatsApp milik Juru Bicara Partai Demokrat, Imelda Sari diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Mendapat perlakuan itu, Imelda pun akan melaporkan peretasan tersebut ke Direktorat Tindak Pidana Siber Polri.
Kabar kalau WhatsApp Imelda telah diretas diumumkan sebelumnya oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief. Imelda baru mengetahui kalau WhatsApp dirinya dikloning setelah banyak dari kerabatnya yang menanyakan kepadanya soal isi WhatsApp yang dikirimkan oleh si pembajak tersebut.
“Pagi ini saya baru tahu WA saya dibajak orang lain,” kata Imelda dalam akun Twitternya @isari68 pada Rabu (3/4/2019).
Kesal WhatsAppnya telah dibajak, Imelda menyebut aksi peretasan tersebut dilakukan oleh seorang pengecut yang ingin mendiskreditkan orang lain.
“Kenapa kalian menggunakan WA saya? Apa kalian berani hanya kepada perempuan? Lakukan taktik adu domba untuk menghalalkan segala cara untuk menang?” tulis Imelda.
“Hanya pengecut yang menggunakan cara fitnah murahan untuk menjatuhkan orang lain dengan membajak WA saya. Saya akan laporkan kepada @CCICPolri,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis