Suara.com - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat yang juga juru bicara BPN Prabowo - Sandiaga, Ferdinand Hutahaean menyatakan akun Twitter dan Gmail miliknya telah diretas. Ia berujar, semua cuitan yang ada di luar tanggung jawabnya.
Hal itu disampaikan Ferdinand melalui akun Facebook Ferdinand Hutahaean dan akun Instagram @ferdinand_hutahaean. Ia menuding bahwa pelakunya merupakan kawanan penjahat yang ingin berkuasa.
"PENGUMUMAN..!! Akun Twitter saya @Ferdinand_Haean telah di retas oleh penjahat peliharaan para penjahat yang ingin berkuasa secara jahat. Selain akun twitter saya, email saya ferdihutah180977@gmail.com juga diretas. Semua twit dari akun tersebut saat ini tidak lagi bersumber dari saya..!! Terimakasih," tulis Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Kamis (28/3/2019).
Pantauan Suara.com, akun Twitter @Ferdinand_Haean milik Ferdinand masih terlihat aktif pada Kamis pagi dengan empat cuitan, cuitan terakhir pukul 06.29 WIB.
Berita Terkait
-
Pasang Badan Buat Jokowi, BPN: Cuitan Tsamara Mengandung Kebohongan
-
Bertaruh Nyawa, Jubir BPN Prabowo Pastikan Bakal Ada Zikir Rutin di Istana
-
AHY Minta Maaf Tak Bisa Datang ke Debat Sandiaga - Maruf Amin
-
Rommy Kena OTT KPK, Jubir Prabowo: Bukti Orang Dekat Jokowi Tidak Bersih!
-
Andi Arief Unggah Foto Truk Beraksara Asing, Ini Temuan Mata Jeli Warganet
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan