Suara.com - Video berisi informasi hoaks terkait keberadaan server KPU RI di luar negeri yang telah diatur untuk memenangkan pasangan Jokowi - Maruf Amin ternyata dibuat di kediaman mantan Bupati Serang periode 2005-2015, Ahmad Taufik Nuriman.
"Memang benar di tempat saya. Pakai ruang breefing, di (rumah) Ciracas (Kota Serang)," kata Ahmad Taufik Nuriman, saat dikonfirmasi, Jumat (5/4/2019).
Taufik menerangkan, saat itu ada tim sukses Prabowo - Sandiaga dari Jakarta yang tengah melakukan kegiatan di Banten. Mereka kemudian meminjam salah satu ruangan di kediamannya untuk melakukan briefing mengenai kondisi di lapangan menjelang pemilihan di Pemilu 2019.
Meski demikian, ia mengku kaget video itu viral di media sosial. Menurutnya, saat rapat tidak ada orang luar selain tim sukses.
"Iya kebetulan ada tim (Prabowo - Sandiaga) dari Jakarta. Saya kan punya ruang breefing, memang benar ditempat saya, pakai ruang breefing, di Ciracas," terangnya.
Lebih jauh Taufik mengatakan, dirinya tidak ingat kapan video itu di ambil. Namun Taufik memastikan saat rapat internal, tidak ada orang diluar Timses Paslon 02 yang hadir.
"Waduh saya lupa tanggalnya itu. Tim dari Jakarta, kan ada timsesnya Pak Prabowo itu," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam video yang telah viral di media sosial ada seseorang yang mengatakan kalau situs KPU telah dirancang untuk memenangkan Paslon 01, Jokowi - Ma'ruf.
Terkait video tersebut KPU merasa difitnah. KPU memutuskan untuk melaporkan video itu ke Bareskrim Mabes Polri. Pelaku dituding menyebarkan berita bohong alias hoaks dan memfitnah lembaga penyelenggara Pemilu. (Yandhi Deslatama)
Baca Juga: Caleg PAN Buchari Muslim Tersangka Penipuan Visa Haji, PA 212 Akan Membela
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!