Suara.com - Kubu Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menargetkan minimal satu juta orang, menjadi peserta kampanye akbar mereka di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (5/4) akhir pekan ini.
Ketua Penyelenggara Kampanye Akbar Prabowo – Sandiaga di Jakarta, Mohammad Taufik memperkirakan, satu juta orang itu adalah jumlah minimal. Sementara estimasi maksimalnya adalah tujuh juta orang bakal hadir.
Taufik optimistis terhadap estimasi itu, karena kampanye tersebut bakal diikuti oleh berbagai organisasi massa Islam, khususnya mantan peserta aksi anti-Ahok 2016.
"Targetnya antara 1 juta sampai 7 juta peserta. Semua yang ikut itu dari kelompok 212 (eks demonstran anti-Ahok),” kata Taufik di SUGBK, Jumat (5/4/2019).
Kampanye yang juga akan dihadiri partai-partai anggota Koalisi Adil Makmur ini akan diawali dengan salat Subuh berjemaah.
Setelah itu acara kampanye diisi oleh tausiah dan orasi politik. Acara tersebut diagendakan berakhir pukul 10.00 WIB.
Taufik menuturkan, nantinya tidak ada acara musik seperti dangdutan dalam kampanye tersebut. Namun, akan ada selingan musik dari penyanyi gambus, Nissa Sabyan.
Berita Terkait
-
Kampanye Akbar di Stadion GBK, Prabowo - Sandiaga Bayar Sewa Rp 500 Juta
-
Prediksi Persija Jakarta vs Becamex Binh Duong di Piala AFC 2019
-
AFC Kabulkan Permintaan Persija Ubah Jadwal Pertandingan Piala AFC
-
Lakoni Laga Perdana Grup G Piala AFC, Persija Gunakan SUGBK
-
Festival Jajanan Bango Kembali Hadir di GBK pada 16-17 Maret 2019
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal
-
Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI