Suara.com - Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tempat kampanye akbar di Ibu Kota pada Minggu (7/4/2019). Kampanye Akbar Prabowo - Sandiaga akan diawali dengan salat Subuh berjamah, kemudian munajat dan dilanjutkan dengan orasi politik.
Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto mengatakan, biaya sewa Stadion GBK untuk kegiatan kampanye sekitar Rp 500 juta. Biaya tersebut yakni dari pemakaian tribun, lapangan sepak bola dan lainnya.
"Pemakaian tribun, dari lapangan sepak bola (Stadion Utama) kira-kira Rp 500 juta. Tapi kalau event kebutuhan mereka banyak macam-macam ada penutup panggung lah ini macam-macam. Itu sesuai mereka," ujar Winarto kepada Suara.com, Jumat (5/4/2019).
Tarif sewa fasilitas maupun lapangan olahraga GBK terbaru tahun 2018 diatur dalam peraturan Menteri Keuangan PMK No 38/PMK.05/2018 tanggal 12 April 2018. Untuk kegiatan pemusatan latihan nasional dengan rekomendasi dari Kemenpora, GBK dapat mengenakan tarif layanan sampai dengan Rp 0,00 (nol rupiah).
Untuk pemakaian fasilitas Outdoor di Stadion Utama yakni biaya sewa yakni Rp 450 juta per 12 jam per hari. Kemudian Lapangan Sepakbola Stadion Utama yaknu Rp 10 juta per 2 jam.
Adapun untuk kegiatan non olahraga yakni acara sosial, politik, keagaman biasa sewa Rp 120 Juta per enam Jam per hari.
Tak hanya itu, dalam menyewa GBK, penyewa juga harus mengeluarkan uang jaminan kepada pengelola.
Untuk diketahui, uang jaminan tersebut sebesar Rp 1,5 miliar untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kerusakan.
"Merusak kan enggak boleh, (makanya) ada uang jaminan. Kalau rusak ya harus tanggungjawab uang jaminan ditahan sampai diberikan. Biaya perbaikannya tadi dipotong dari (uang) jaminan kerusakan itu," kata Winarto.
Baca Juga: Fakfak Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan 3,8 SR
Untuk diketahui, pasangan Prabowo - Sandiaga akan menggelar kampanye rapat terbuka atau kampanye akbar di Stadion GBK, Minggu (7/4/2019). Rencananya kampanye tersebut akan dihadiri oleh satu juta pendukungnya.
Berita Terkait
-
Foto Syur Ferdinand Tersebar, BPN: Pelaku Diduga Punya Kekuatan Luar Biasa
-
Video Ustadz Somad Komentari Prabowo: Yang Selalu Ngomong "Saya", Setan
-
Prabowo Minta Pendukung Jaga TPS dari Pemilih Tuyul, TKN: Nggak Perlu Cemas
-
Kubu Prabowo Optimis Kampanye Akbar di GBK Dihadiri 1 Juta Pendukung
-
Charta Politika: Prabowo, Ketua Umum Partai yang Paling Disukai Publik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim