Suara.com - Tokoh umat Islam yang juga mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), Ustaz Bachtiar Nasir menepis tudingan isu khilafah yang berada di kubu paslon capres dan cawapres nomor urut 02.
Bantahan tersebut disampaikan Bachtiar di hadapan Prabowo - Sandiaga saat Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (7/4/2019).
Sebelumnya, Bachtiar juga meminta massa untuk merekam menggunakan smartphone seputar pernyataan untuk membantah isu khilafah tersebut. Ia berharap massa kemudian dapat memviralkan rekamannya.
Bachtiar berujar, segala isu khilafah yang dituduhkan kepada Prabowo - Sandiaga merupakan sebuah tudingan yang tolol. Ia juga mengajak Sandi bersama ketua partai koalisi untuk maju bersamanya ke podium guna bersama membantah isu tersebut.
"Terakhir saya ingin menjawab tuduhan-tuduhan tolol. Katanya Prabowo dan Sandi ingin mendirikan khilafah, tolol atau tidak? tolol atau tidak?" tanya Bachtiar kepada massa di SUGBK, Minggu (7/4/2019).
Usai memberikan bantahannya, Bachtiar kemudian mengajak massa untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan ideologi Pancasila.
"Bersama paslon nomor 02, bersama Prabowo dan Sandi dan ketua partai koalisi, NKRI sepakat kita jaga, Pancasila sepakat kita jaga, UUD 1945 siap kita tegakkan, Bhineka Tunggal Ika siap kita amalkan," ujar Bachtiar.
Berita Terkait
-
Kemala Run 2026: Ajang Lari Bertajuk Charity for Indonesia, Solidaritas dan Kepemimpinan Perempuan
-
Alasan Persija Tinggalkan GBK Demi JIS, Persiapan Skuad Garuda untuk Ajang FIFA Series 2026
-
Link Live Streaming Persija Jakarta vs Madura United di BRI Super League, 23 Januari 2026 Malam Ini
-
Duel Emosional Mauricio Souza, Mampukah Persija Jakarta Benamkan Madura United ke Zona Merah?
-
Prediksi Persija Jakarta vs Madura United di BRI Super League, 23 Januari 2026
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia