Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mengkritisi Calon Presiden Prabowo Subianto yang belum juga memberikan solusi atas beberapa klaim kejanggalan selama pelaksanaan Pemilu 2019. Salah satunya ialah soal dugaan kecurangan.
Rachland menilai, sejauh ini Prabowo hanya berkutat pada instruksi mengawal suara C1 di berbagai wilayah untuk para relawan tanpa memberikan solusi. Menurutnya, instruksi Prabowo tersebut tidak akan banyak mengubah keadaan.
Dalam akun Twitternya, Rachland lantas menanyakan dan meminta ide dari Prabowo.
"Sampaikan ide yang terang dan mencerminkan pengamatan mendalam. Dan berjuanglah paling depan untuk mewujudkannya!" cuit Rachland seperti dikutip Suara.com, Minggu (5/5/2019).
Setidaknya, kata Rachland, Prabowo juga harus menunjukkan sikap dan memberikan arahan serta mengungkapkan cara mengatasi gugurnya ratusan petugas KPPS saat pelaksanaan Pemilu 2019.
Rachland berujar, Prabowo sebagai tokoh utama harus berada paling depan untuk menunjukan sikap dan arahannya soal permasalahan-permasalahan tersebut. Bukan sekedar mengatakan kematian ratusan KPPS tak masuk akal.
"Andalah pemimpin koalisi, Calon Presiden, Super Star. Anda harus di depan. Menunjukkan arah, mengungkap cara mengatasi rintangan," ujar Rachland.
"Misalnya kematian 400 orang penyelenggara pemilu. Apa hendak Ada lakukan? Anda tak bisa berhenti pada pernyataan bahwa itu "tak masuk akal"," katanya.
Ia kemudian membandingkan Prabowo dengan sejumlah tokoh lainnya yang sudah lebih menyatakan sikap dan pendapatnya masing-masing.
Baca Juga: Habib Rizieq Shihab Serukan #2019GantiPresiden Diganti #2019PrabowoPresiden
"Kita sudah dengar pendapat Habib Rizieq, Rizal Ramli, Haris Azhar. Pak SBY sedari awal juga memberi masukan. Soalnya adalah, sebagai pemimpin koalisi, ide Anda sendiri apa? Nyatakanlah, terangkan pikiran publik, yakinkan rakyat itu jalan terbaik, dan pimpin koalisi mewujudkannya," tutur Rachland.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka