Suara.com - Seorang gadis berusia 16 tahun nekat bunuh diri setelah banyak warganet yang mem-vote agar ia mengakhiri hidupnya, melalui fitur poll atau jajak pendapat di Instagram. Peristiwa itu terjadi di Kuching, Sarawak, Malaysia, Senin (13/5/2019) malam.
"Sekitar 69 persen followers-nya di Instagram mendukung keputusannya untuk mengakhiri hidup melalui jajak pendapat, yang diunggah sekitar jam 3 sore kemarin," terang Kepala Kepolisian Distrik Padawan Inspektur Aidil Bolhassan, dikutip dari Astro Awani, Selasa (14/5/2019).
Sebelumnya, korban telah membuat jajak pendapat di Instagram yang berbunyi, "Sangat Penting, Bantu Aku Memilih D (Die, Mati)/L (Live, Hidup)."
Ia juga mengunggah status Facebook yang menunjukkan bahwa ia sudah lelah dengan kehidupan.
"Pengin berhenti hidup. Aku lelah," tulisnya.
Setelah pihak berwenang memeriksa ponsel korban, ternyata gadis itu juga telah menulis status WeChat yang memilukan untuk teman-temannya dalam bahasa China.
Polisi menduga, korban stres setelah ayah tirinya menikahi seorang wanita Vietnam di Singapura, dan keduanya jarang kembali ke rumah.
Tubuh korban yang sudah tak bernyawa ditemukan oleh seorang pria pada sekitar pukul 8 malam waktu setempat di luar sebuah gedung toko bertingkat. Setelah itu, saudara laki-laki korban, beserta ibunya, yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), juga menemukan mayatnya sepulang makan malam.
Jasad korban telah dibawa ke Departemen Forensik Rumah Sakit Umum Sarawak untuk autopsi. Pihak berwenang kemudian menyatakan, tak ditemukan adanya motif kejahatan dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Mulan Jameela Dikritik Tulis Doa di Instagram Story, Isinya juga Disorot
Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Berita Terkait
-
Agresif dan Ancam Warga, Ulah Begpackers Kembali Bikin Gerah
-
Malaysia Tangkap 4 Terduga Teroris, 1 Orang WNI
-
Tak Punya Ongkos Mudik, TKI Ditangkap Sembunyi di Ruang Roda Pesawat
-
Khawatir Citra Tubuh Bisa Bikin Orang Tertekan Sampai Ingin Bunuh Diri
-
Kawinkan Manis dan Gurih, Restoran Ini Sajikan Kepiting Bubble Tea
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional