Suara.com - Gempa bumi berkekuatan 6,0 skala Richter yang mengguncang Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Senin (3/6/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa itu terjadi pada pukul 12:57 WIB.
Gempa yang terjadi dua hari menjelang lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah itu ternyata membuat warga di daerah itu panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Guncangan gempa yang berpusat di 30 kilometer barat daya Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara itu juga terasa hingga Kota Gunungsitoli, Sumut.
Akibat gempa yang cukup kuat, sejumlah pedagang dan pembeli di beberapa toko yang ada di Kota Gunungsitoli juga panik dan berhamburan keluar karena takut bangunan rubuh.
Kepala Badan Metereologi dan Geofisikan (Bmkg) Gunungsitoli Djati Cipto Kuncoro meminta warga agar tidak panik. Ia memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami.
Pusat gempa berada di kedalaman 19 kilometer, 30 kilometer barat daya Nias Selatan, 77 kilometer Tenggara Nias Barat dan 89 kilometer Tenggara Nias, Sumatera Utara.
"Usai gempa pertama, kembali terjadi gempa susulan berkekuatan 5,5 skala richter pukul 13.04 WIB," kata Djati seperti diberitakan Antara.
Djati mengatakan gempa susulan itu terjadi di kedalaman 22 kilometer di 40 kilometer barat daya Nias Selatan, 79 kilometer tenggara Nias Barat dan 95 kilometer barat daya Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
Baca Juga: Dilanda Isu Tsunami, Warga Kepulauan Nias Ramai-ramai Mengungsi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum