Suara.com - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya angkat bicara mengenai kabar pentolan FPI Rizieq Shihab yang didenda lantaran tinggal di Arab Saudi melebihi waktu yang ditetapkan alias overstay.
Yunarto Wijaya menyindir mantan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang dinilai tak mau membantu Rizieq melunasi denda overstay sebesar Rp 110 juta untuk satu orang.
Hal tersebut disampaikan oleh Yunarto Wijaya melalui akun Twitter @yunartowijaya. Ia merasa tak percaya bila Prabowo dan Sandi tak berkenan membantu mantan juru kampanyenya itu.
"Mas @sandiuno & pak @prabowo masa gak berkenan bantu Rp 110 jt × 5 orang untuk bantu bayar denda overstay salah satu jurkamnya?" sindir Yunarto Wijaya seperti dikutip Suara.com, Kamis (11/7/2019).
Yunarto Wijaya meminta agar Prabowo dan Sandiaga bisa membantu Rizieq agar terbebas dari beban denda overstay. Pasalnya, visa Rizieq sudah habis sejak pertengahan 2018 lalu.
"Mohon dibantu pak..." ungkap Yunarto Wijaya.
Untuk diketahui, Rizieq Shihab bertolak ke Arab Saudi sejak April 2017. Visa yang dimiliki oleh Rizieq telah habis masa berlakunya pada pertengahan 2018.
Rizieq Shihab dikenakan denda sebesar RP 110 juta lantaran melanggar aturan overstay. Sementara, di Arab Saudi Rizieq tinggal bersama empat orang lainnya.
Ketua Umum FPI Sobri Lubis meminta agar pemerintah membayar denda overstay tersebut. Sebab, pemerintah lah yang menyebabkan Rizieq tertahan di Arab Saudi meski izin tinggalnya telah habis.
Baca Juga: Tompi: Saya Berharap Ratna Sarumpaet Bebas
"Siapa yang bikin dia overstay? Nah kalau overstay itu adalah permintaan dari pemerintah Indonesia elu bayar. Elu yang bikin sengsara orang kok, dibikin orang sampai overstay, ya tanggung jawab dong bayar itu dendanya," ujar Sobri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan