Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (Sekjen PSI) Raja Juli Antoni ikut meramaikan perbincangan hangat di media sosial, soal lulusan baru alias fresh graduate Universitas Indonesia (UI) yang mempermasalahkan gaji 8 juta.
Ia menyampaikan responsnya untuk topik tersebut dengan cara berkelakar.
Melalui akun Twitter-nya, Raja Juli Antoni mengajak lulusan baru dari universitasnya terdahulu untuk menolak gaji sebesar Rp8 juta.
Sebagai alumnus UI Negeri, ia berharap para alumni kampusnya itu ikhlas dalam bekerja.
"Sebagai alumni UI Negeri, saya sarankan kepada adik-adik fresh graduate untuk tolak gaji 8 juta. Alumni UI Negeri harus kerja dengan ikhlas," kicau @AntoniRaja, Sabtu (26/7/2019).
Pada cuitan tersebut, Raja Juli Antoni menyertakan foto sebagian gedung kampusnya untuk menjelaskan bahwa UI Negeri, yang merupakan almamaternya, bukanlah Universitas Indonesia, melainkan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.
"Lillahi ta'ala. Li mardhatillah. Alumni UI pasti enggak ngerti hehehe," lanjutnya, bercanda.
Gurauan Raja Juli Antoni rupanya cukup berhasil membuat warganet tertawa.
"UI Negeri (emoji tertawa)," komentar @AnasImron.
Baca Juga: Viral Gaji 8 Juta, Ini Rekomendasi 4 Hotel di Bali untuk Belanjakan Uang
"Berarti yang heboh kemarin dari UI swasta ya Bang?" gurau @AdzimiAgung.
"Wekeekkekkek," tawa penulis Okky Madasari.
Belum lama ini, jagat Twitter diramaikan oleh sebuah unggahan viral dari seseorang yang mengaku lulusan baru (fresh graduate) Universitas Indonesia (UI).
Dalam unggahan tersebut, ia melontarkan kekecewaan karena menurutnya, tawaran gaji sebesar Rp8 juta tak sesuai untuk dirinya sebagai lulusan kampus ternama.
Unggahan tersebut berupa foto yang tampaknya berasal dari fitur story Instagram, dengan latar belakang merah muda keunguan dan tulisan bertipe huruf 'Modern'.
"Jadi tadi gue diundang interview kerja perusahaan lokal dan nawarin gaji kisaran 8 juta doang. Hello meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI, Pak. Universitas Indonesia. Jangan disamain sama fresh graduate dengan kampus lain dong ah. Level UI mah udah perusahan luar negeri. Kalau lokal mah oke aja, asal harga cocok," bunyi unggahan itu, yang kini viral dan mendatangkan hujatan.
Berita Terkait
-
Anies Terapkan Kebijakan Ahok, Sindiran Kocak Ditjen Pajak Soal #Gaji8Juta
-
Gaji Pertama Jauh di Bawah 8 Juta, Yunarto: Lulusan Terbaik Enggak Bawel
-
Viral Lulusan UI Protes Gaji Rp 8 Juta, Ditjen Pajak Beri Sindiran Kocak
-
Gaji 8 Juta mah Lewat! 3 Wanita Ini Punya Pekerjaan Unik dan Dibayar Tinggi
-
Viral Gaji 8 Juta, Ini Rekomendasi 4 Hotel di Bali untuk Belanjakan Uang
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!