Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerjunkan sebanyak 1.502 orang Satuan Tugas (Satgas) kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla). Hal itu sebagai upaya pemerintah melakukan antisipasi ancaman bahaya kekeringan dan Karhutla saat musim kemarau di bulan Juli hingga Oktober 2019.
Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Dody Usodo Hargo Suseno, mengatakan satgas tersebut ditempatkan di beberapa Provinsi di Indonesia. Diantaranya di Riau, Sumetera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Tugasnya disamping ikut mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang kemungkinan besar akan terdampak dari Karhutla tersebut," ujar Dody dalam jumpa pers di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Dody menuturkan, ancaman bahaya kekeringan tersebut melanda 28 Provinsi dengan luas wilayah 11.744.437 hektar.
Pihaknya pun memprediksi sebanyak 48.491.666 jiwa yang akan terpapar dampak ancaman bahaya kekeringan.
"Ancaman kekeringan itu akan melanda di 28 provinsi, dengan luas wilayah 11.774.437 ha dan ini masyarakat yang akan terpapar dari luasan itu adalah 48.491.666 jiwa," kata dia.
Hingga saat ini BNPB juga telah mencatat 55 kepala daerah telah menetapkan Surat Keputusan Bupati dan Wali Kota tentang Siaga Darurat Bencana Kekeringan yaitu di Banten, Jawa Barat, D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT.
Dody menyebut upaya pencegahan khusus bencana Karhutla telah dilakukan oleh Kementerian dan Lembaga diantaranya melalui sosialisasi dan kampanye pencegahan Karhutla, dan penyampaian informasi peringatan dini
"Upaya bergotong royong ini tentu harus dioptimalkan dengan adanya koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian (KSP) oleh Kemenko PMK sebagai bentuk respon, antisipasi, mitigasi, hingga rehabilitasi dari bencana rutin per tahun setiap musim kemarau ini," ucap Dody.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Gunung Pakuwojo di Dieng Capai Puluhan Hektare
Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh kementerian dan lembaga dalam menghadapi darurat kekeringan diantaranya pendistribusian air bersih hingga kampanye hemat air.
"Data kemarin itu sudah didistribusikan sebanyak 7.045.400 liter air, penambahan jumlah mobil tanki, hidran umum, pembuatan sumur bor dan kampanye hemat air," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!