Suara.com - Aksi kocak seorang polwan saat menggelar razia tertib lalu lintas berhasil mengocok perut warganet.
Saat seorang pengendara sepeda motor menunjukkan gelagat hendak kabur, polwan itu mencegahnya.
Tak tanggung-tanggung, si polwan naik ke jok sepeda motor sambil menahan kendaraan tersebut.
Pria yang mengendarai sepeda motor pun turun dan menuntun kendaraannya.
Namun, si polwan tetap duduk di atas sepeda motor supaya si pengendara tidak melarikan diri.
Kejadian itu tampak direkam dari dalam mobil di seberang jalan lokasi kejadian.
Menurut Fasrian Pachink, nama akun yang mengunggah videonya ke Facebook, kejadian itu berlokasi di depan Polsek Kemaraya, Kendari Barat, Kendari, Sulawesi Tenggara.
"Kejadian sweeping di Kendari, depan Polsek Kemaraya. Takut korbannya lari, si polwan enggak mau turun dari motor walaupun si pemilik motor mendorong motornya," tulis Fasrian Pachink.
Video yang dibagikan di grup Sultra Watch itu lantas dibanjiri komentar tawa warganet.
Baca Juga: Kapolda Jabar Minta Maaf Terkait Pemberian Miras oleh Polwan di Bandung
"Sekalian bawa lari itu polwannya," tulis Asgar Utama.
"Kalau bawa lari, biar sekalian jadi istri hehe," gurau Ren Jhutecz.
"Cie romantis," komentar Ikbal Saputra.
Belum ada keterangan lebih lanjut tentang momen kocak tersebut.
Berita Terkait
-
Unik, Siswa Ini Bisa Tirukan Suara Google Assistant
-
70 Persen Pelanggar Lalu Lintas di Blitar Anak SMP dan SMA
-
Kocak, Ayah Terjaring Razia dan Diperiksa Anak Kandungnya Sendiri
-
Awas Baper! Guru Ini Gunakan Kalimat Romantis dengan Ibu Kota
-
Tak Terima Ditilang, Pemotor di Banjarmasin Keluarkan Jurus Tenaga Dalam
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut