Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membenarkan ada satu orang yang diduga menjadi korban saat demonstrasi mahasiswa yang berujung kerusuhan di depan Gedung DPR RI pada 25 September 2019 lalu. Dia adalah Akbar Alamsyah.
Koordinator KontraS Yati Andriyani mengatakan Akbar Alamsyah sampai saat ini atau 12 hari pasca kejadian masih belum sadarkan diri di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat.
"Jumat lalu, saya dan Tim mengunjungi Akbar di RSPAD. Kondisi Akbar sampai tadi malam masih kritis, belum sadarkan diri. Kondisi kepala bagian depan dan belakang diperban. Bibir membengkak," kata Yati saat dihubungi, Senin (7/10/2019).
Akbar mendapatkan pertolongan medis di Slipi, Jakarta Barat. Saat diselamatkan, Akbar dilarikan ke RS Pelni Petamburan, lalu dipindah ke RS Polri Kramat Jati, dan dipindahkan lagi ke RSPAD Gatot Subroto.
"Dalam surat kepala RS Bhayangkara kepada Kepala RS RSPAD dituliskan biaya perawatan medis Akbar selama 3 bulan ke depan dijamin oleh RS Bhayangkara," jelasnya.
Lebih lanjut, KontraS mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap kasus yang menimpa Akbar.
"Semua harus dibuktikan secara transparan dan akuntabel. Keluarga belum mengetahui pasti. Apapun masalah dan sebabnya tidak ada pembenaran tindakan kekerasan dan penganiayaan hingga menyebabkan korban kritis," turup Yati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis