Suara.com - Putri pertama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, yakni Alissa Wahid menanggapi pejabat muslim yang hanya mengucap salam secara Islam tanpa disertai salam agama lainnya.
Ia mendapatkan pertanyaan dari warganet di Twitter dengan akun @bebekkasian yang diunggah pada Senin (11/11/2019).
"Kak, kalau misalnya ada pejabat atau orang biasa, muslim, hanya mengucapkan assalamu alaikum saja tanpa salam-salam dari agama lain, apakah dia termasuk intoleran, tidak menghormati agama lain kah?" tanya @bebekkasian.
Ia tidak mempermasalahkan hal itu. Alissa Wahid juga menjelaskan bahwa ia mengikuti apa yang dilakukan Gus Dur ketika mengucapkan salam.
Wanita lulusan jurusan psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini juga mengatakan bahwa ia tidak pernah mengucap salam lain selain secara Islam kepada sesama muslim.
Melalui cuitan yang diunggah pada Senin (11/11), Alissa Wahid mengatakan, "Saya juga ndak pernah kok. Saya ikut Gus Dur: mengucap assalamu'alaikum sebagai orang Islam dan selamat pagi sebagai orang Indonesia".
Ia meluruskan bahwa orang Islam yang hanya mengucap salam "assalamualaikum" tanpa disertai salam agama lain tidak berarti intoleran.
"Poinnya bukan yang tidak mau berarti intoleran, tetapi (1) bahwa tafsirnya dilabeli 'Allah akan murka'; (2) upaya memaksakan 1 tafsir," tulis Alissa Wahid menjelaskan.
Polemik pengucapan salam lintas agama terus berkembang sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menerbitkan imbauan pengucapan salam yang dilakukan oleh pejabat publik agar menghindari pengucapan salam semua agama di pidato sambutan.
Baca Juga: FPI Sebut Habib Rizieq Dicekal di Arab karena Narasi Buzzer Pemerintah
Imbauan itu termuat dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin tertanggal 8 November 2019.
Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dalam keterangannya menyebut ucapan salam semua agama sebagai bagian implementasi toleransi antar beragama bukan dengan menggabungkan, menyeragamkan, atau menyamakan doa yang berbeda.
Buchori menambahkan ucapan salam pembuka adalah bagian dari doa yang tidak terpisahkan dari ibadah. Ia mencontohkan, salam umat Islam “Assalamualaikum”.
“Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bid’ah yang tidak pernah ada di masa lalu, minimal mengandung nilai syubhat yang patut dihindari,” kata Buchori.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno