Suara.com - FPI menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang meminta Muhammad Rizieq Shihab mengirim surat 'pencekalan' kepadanya.
Melalui cuitan yang diunggah pada Senin (11/11/2019) di akun Twitter @dpplif, FPI menyebut bahwa posisi Mahfud MD hanya "level bawah".
Mereka berpendapat Mahfud tidak tahu persoalan "pencekalan" Rizieq Shihab yang kekinian berada di Arab Saudi.
"Pandangan kami, posisi anda Mahfud MD level bawah yang tidak menjangkau kebijakan semacam ini," tulis FPI.
FPI berargumen bahwa Mahfud tidak punya akses sehingga harus minta surat 'pencekalan' tersebut.
"Buktinya anda tidak punya akses untuk mendapatkan data semacamnya. Sehingga minta dikirimin!" imbuhnya.
Cuitan FPI ini telah lebih dari 4 ribu kali dibagikan ulang oleh warganet. Bahkan ada seribu lebih netizen yang menyukai cuitan itu.
Sebelumnya, Mahfud MD mempertanyakan kebenaran surat 'pencekalan' yang diperlihatkan Rizieq Shihab lewat video di YouTube. Ia kemudian meminta bukti surat itu dikirimkan kepadanya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia menyebut pihaknya belum pernah menerima surat penangkalan dari intitusi penegak hukum kepada petinggi FPI Rizieq Shihab, untuk kembali ke Indonesia yang selama ini berada di Arab Saudi.
Baca Juga: Mayat Dalam Koper di Bogor Diperkirakan Sudah Tewas Lima Hari yang Lalu
"Sampai saat ini imigrasi belum menerima surat penangkalan apapun dari instansi manapun yang menyatakan Habib Rizieq Shihab tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Imigrasi, Sam Fernando dihubungi, Senin (11/11/2019).
Untuk diketahui, Rizieq membuat pengakuan dalam video yang diunggah melalui kanal Youtube Front TV pada Jumat (8/11/2019) bahwa dirinya dicekal oleh Pemerintah Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia.
"Saya sampaikan sekali lagi kepada seluruh bangsa Indonesia. Kepada seluruh kerabat dan sahabat, bahwa sejak satu tahun tujuh bulan lalu, tepatnya sejak tanggal 1 syawal tahun 1439 H, saya dicekal oleh Pemerintah Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi