Suara.com - Sebuah mobil merk toyota camry menabrak penyewa skuter listrik hingga dua orang tewas di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat pada Minggu (10/11/2019). Mobil yang dimiliki seorang pria berinisial DH ini ringsek karena kejadian itu.
Berdasarkan foto yang diberikan pihak keluarga korban tewas, body mobil itu terlihat rusak parah di bagian samping depan. Bemper mobil terlihat ringsek parah hingga copot.
Lampu kiri mobil juga terlihat pecah. Selain itu spion kiri mobil itu rusak parah dan copot menggantung.
Pada bagian kaca penumpang depan terlihat pecah yang cukup lebar. Bahkan kaca itu terlihat memiliki lubang yang besar.
Menurut Jellyta, kakak korban tewas bernama Wisnu, mobil itu kini telah disita kepolisian. Ada juga tiga skuter listrik milik penyewa yang disebutnya rusak parah hingga patah.
"Pas ke polisi saya dikasih lihat itu skuter parah rusaknya sampai ada yang patah juga yang dinaikin Wisnu (korban tewas) kayaknya," ujar Jellyta di rumahnya yang berada di Jalan Asrama Polri, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (13/11/2019).
Selain itu, salah seorang korban selamat bernama Wanda menyebut tabrakan itu membuat salah seorang rekannya, Bagus yang luka-luka tersangkut di kaca. Ia menyebut DH si pengemudi sempat menyingkirkan Bagus dari kacanya ke tanah.
"Dia berhenti buat jatuhin bagus dari kap mobil, terus langsung tancap gas lagi," kata Wanda saat dihubungi.
Sementara itu, Kakak dari Ammar, korban tewas kedua melalui akun media sosial twitternya @nitalutfi menyebut bemper dan plat nomor kendaraan mobil itu terjatuh. Belakangan benda itu digunakan kepolisian untuk menelusuri pelaku.
Baca Juga: Setelah Telan Nyawa, Polisi Larang GrabWheels Berkeliaran di Jalan Raya
"Beruntungnya bamper dan plat mobil tersebut jatuh di sekitar TKP. Polisi melacak plat mobil pelaku dan menangkap pelaku tersebut," jelas Nita.
Ibu Wisnu, Muhimah (47) menyatakan tak mau menerima jika ada tawaran damai dari pihak keluarga. Ia meminta agar kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi kepada pelaku sesuai aturan yang berlaku.
"Oh enggak, enggak mau. Gimana pun juga harus diproses (hukum)," ujar Muhimah di rumahnya, Jalan Asrama Polri, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).
Sebelumnya, kejadian mobil sedan tabrak skuter berujung pada tewasnya dua orang bernama Wisnu dan Ammar. Keduanya sedang mengendarai skuter di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Selain menewaskan dua orang, ada juga korban luka-luka karena kejadian itu. Sementara pihak keluarga Wisnu meminta agar kasus ini diusut tuntas melalui jalur hukum.
Kekinian, DH telah ditetapkan sebagai tersangka. Fahri mengatakan petugas kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap DH. Pelaku disangkakan Pasal 310 juncto Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Berita Terkait
-
Setelah Telan Nyawa, Polisi Larang GrabWheels Berkeliaran di Jalan Raya
-
Bantah Polisi, Korban GrabWheels Maut Ngaku Penabraknya Langsung Kabur
-
Tewaskan 2 Orang, Sopir Sedan Penabrak Penyewa GrabWheels Ternyata Mabuk
-
Tewas di Senayan, Polisi: Pengguna GrabWheels Bukan Korban Tabrak Lari
-
Keterangan Keluarga Korban Tewas Mobil Tabrak Skuter Listrik
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!