Suara.com - Hari pertama pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar diwarnai kejutan dengan mendaftarnya utusan kader Golkar Milenial, Achmad Annama Chayat.
Annama mengaku telah mendaftar sebagai salah satu kandidat bakal Caketum Partai Golkar sekitar pukul 15.30 WIB di Aula Kantor DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Jakarta Barat.
Pendaftaran yang dilakukan Achmad Annama sebagai Bakal Calon Ketum Partai Golkar tersebut menjadi wacana baru di antara narasi kandidat Ketua Umum Partai Golkar hanya diisi dua nama besar, yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.
Tidak ada yang menduga pula figur muda seperti Achmad Annama Chayat berani menantang kedua nama besar tersebut. Tetapi demi iklim demokrasi dan kaderisasi kepemimpinan, ia mengklaim memantapkan diri maju sebagai Caketum Partai Golkar.
"Saya adalah kader Partai Golkar, mantap maju sebagai Caketum Partai Golkar karena tak ingin Partai Golkar tenggelam di 2024. Sebagai kader muda, saya merasa bertanggung jawab terhadap masa depan partai ini," katanya pada Kamis (28/11/2019) malam.
Sejauh ini, Annama mengaku telah memiliki formulasi strategis untuk memajukan Partai Golkar sesuai dengan zamannya.
"Partai Golkar harus berjalan sesuai zaman, menjawab tantangan di zaman digital ini tidak bisa dikelola secara amatiran, harus oleh orang yang paham," katanya.
Mengenai tantangan zaman, Achmad Annama meyakini memiliki kepantasan. Karena kini ia merupakan Koordinator Komunitas Golkar Milenial (GoMile). Selain itu, ia juga gencar menyosialisasikan pemanfaatan big data dan internet of things untuk digitalisasi Partai Golkar.
Sementara itu, Koordinator Golkar Milenial Kita Bekasi, Syahrul Ramadhan mengapresiasi dengan mendaftarnya Achmad Annama.
Baca Juga: Dituding Loyalis Bamsoet Pakai Menteri Tekan DPD Golkar, Ini Kata Airlangga
"Sebagai kader muda golkar harus berani tampil. dan dengan majunya kader milenial jadi ketua umum akan semakin meramaikan dinamika munas," katanya.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Berita Terkait
-
Dituding Loyalis Bamsoet Pakai Menteri Tekan DPD Golkar, Ini Kata Airlangga
-
Bantah Ada Menteri Jokowi Ajak DPD Dukung Airlangga, DPP Golkar: Ngawur
-
Loyalis Bamsoet Sebut 3 Menteri Jokowi Diam-diam Intervensi Internal Golkar
-
Bamsoet Klaim Didukung Ratusan DPD untuk Maju Caketum Partai Golkar
-
Tolak Pemilihan Aklamasi, Djafar: Golkar Bisa Hancur
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC