Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mendesak agar pimpinan di tiga daerah yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten untuk bertanggungjawab atas banjir yang melanda daerah mereka. Ferdinand meminta agar pemerintah daerah membantu meringankan kerugian materiel yang diderita warga.
Hal ini disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2. Ia mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk memperhatikan warganya.
"Saya mendesak agar Gubernur DKI Jakarta saudara @aniesbaswedan, Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur Jabar @ridwankamil segera memikirkan cara untuk meringankan beban kerugin materiel yang diderita warga akibat banjir yang tak terantisipasi ini," kata Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Kamis (2/1/2020).
Banjir besar di awal 2020 ini memang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek. Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga menghanyutkan kendaraan motor dan mobil milik warga.
Ferdinand menilai bila kinerja yang tidak maksimal dari ketiga pemimpin itulah yang menyebabkan warga menderita kerugian. Oleh karenanya, Ferdinand ingin agar Anies, Wahidin dan Ridwan Kamil bertanggungjawab penuh.
"Kinerja kalian membuat warga menderita kerugian besar," ungkap Ferdinand.
Berita Terkait
-
Banjir Parah, Warga Duri Kosambi: Anies Jangan Hanya Pencitraan
-
Jakarta Panas Hari Ini, Debit Air di Manggarai Terus Menurun
-
Sempat Tolak Direlokasi, Warga Rusunawa Jatinegara Senang Tak Kena Banjir
-
Banjir Tak Kunjung Surut, Harga Sembako Terancam Naik
-
Banjir Jakarta Makan Korban Jiwa Jadi Sorotan Banyak Media Asing
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan
-
Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Pegadaian Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Inovasi Keuangan Inklusif
-
5 Daftar HP Baterai 8000mAh+ Terbaik 2026: Tipis, Gahar, dan Tahan Berhari-hari!
-
Big, Buku Anak yang Mengingatkan Bahaya Body Shaming Sejak Dini
-
Bukan Pajeon Biasa! Ini 5 Fakta Menarik Padakjeon, Pancake Korea Tinggi Protein yang Lagi Viral
-
Ogah Tebak Skor Jelang 'El Clasico', Pramono: Saya Berdoa dalam Hati Persija Menang Melawan Persib
-
Mal Berpagar Tinggi Simbol Krisis Kepercayaan, Negara Dinilai Gagal Lindungi Rakyat dan Pengusaha
-
Digagalkan! 300 Butir Obat Terlarang dan Sabu Nyaris Masuk Lapas Kelas I Semarang