Suara.com - Sebanyak 21 orang meninggal dunia dan 30 ribu penduduk Jakarta dan sekitarnya terpaksa mengungsi akibat rumahnya yang terendam banjir, Rabu hingga Kamis (1-2/1/2020).
Meski begitu, pemerintah belum memutuskan untuk menetapkan status banjir sebagai darurat bencana.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MenkoPMK) Muhadjir Effendy seusai meninjau debit air di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis.
Muhadjir mengatakan, sementara ini, status darurat bencana untuk banjir Jabodetabek masih dipertimbangkan pemerintah pusat.
"Masih sedang dipertimbangkan," kata Muhadjir.
Namun, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Kabinet Indonesia Maju tersebut menegaskan belum ada penetapan status darurat bencana.
Menurutnya, penetapan tersebut justru tergantung dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apabila sanggup mengatasi banjir di daerahnya, maka status darurat bencana itu tidak perlu dilakukan.
"Itu sangat tergantung kepada pemerintah DKI. Kalau pemerintah DKI sanggup mengatasi saya kira tidak perlu ada darurat nasional itu," kata dia.
Baca Juga: KTP, Sertifikat Tanah dll Rusak karena Banjir? Restorasi Gratis di ANRI
Berita Terkait
-
Usai Diterjang Banjir, Warga Cipinang Melayu Ramai-ramai Bersihkan Rumah
-
KTP, Sertifikat Tanah dll Rusak karena Banjir? Restorasi Gratis di ANRI
-
Cerita Nenek Lansia Semalam Suntuk Terjebak di Loteng saat Banjir Jakarta
-
Tak Datang ke Polres Jakarta Selatan, Nikita Mirzani Pilih Banjir-Banjiran
-
Dipicu Banjir Jakarta, Tagar #Kick4niesSaveWarga Bergema di Twitter
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung