Suara.com - Provinsi Hubei di China, yang menjadi pusat epidemi virus corona, melaporkan sebanyak 45 korban meninggal akibat wabah ini pada Jumat (31/1/2020). Total, menurut komisi kesehatan setempat, jumlah korban meninggal menjadi 249 orang.
Seperti dikutip dari Antara, provinsi Hubei juga telah mengonfirmasi 1.347 kasus infeksi baru pada 31 Januari, dengan total mencapai 7.153 pada akhir minggu ini.
Wuhan, ibukota provinsi Hubei, tempat virus itu diduga berasal, melaporkan 576 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari itu, dan juga melaporkan 33 kematian akibat virus itu. Sebanyak 192 orang di Wuhan telah tewas akibat virus corona.
Akibat wabah ini, Provinsi Hubei mutlak dikarantina, dengan kondisi jalan ditutup dan transportasi umum tidak beroperasi. Namun, masih terlihat sejumlah kecil pelancong yang masih melanggar ketentuan.
Pada Jumat pagi (31/1/2020), jumlah kematian akibat virus corona meningkat menjadi 213, dengan total 9.066 orang dinyatakan positif terinfeksi, sementara 12.167 orang lainnya dicurigai terinfeksi.
Pihak berwenang Cina sebelumnya menyatakan kasus pertama virus corona ini berawal setelah seseorang dengan pneumonia dirawat di rumah sakit di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, demikian menurut pernyataan resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran