Suara.com - Sejak Jakarta menjadi lokasi penularan virus corona atau Covid-19, Balai Kota DKI Jakarta mulai diperketat pengawasannya. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius dilarang untuk masuk ke kawasan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Hal ini diketahui dari pengumuman yang disampaikan lewat pengeras suara di sekitar Balai Kota.
Bagi pegawai yang punya suhu badan di atas 38 derajat celcius tidak diperkenankan masuk ke lingkungan Balai Kota. Tindakan ini dianggap sebagai upaya pencegahan dari penularan virus dari China itu.
"Bagi pegawai yang punya suhu badan di atas 38 derajat celcius tidak diperkenankan masuk ke lingkungan Balai Kota," kata pengumuman itu di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020).
Para PNS diminta untuk memperhatikan kondisi tubuhnya. Jika memang sedang demam di atas 38 derajat, maka diminta untuk segera melapor ke Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).
"Disarankan untuk ke PPKP (pusat pelayanan kesehatan pegawai)" jelasnya.
Selain itu rencananya akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh di lokasi. Namun tidak diumumkan kapan dan dengan alat apa pengecekan dilakukan.
"Dalam rangka mencegah merebak virus corona. Dilakukan aksi pencegahan," kata dia.
Terkait kebijakan ini, Kepala Biro Umum DKI Jakarta Budi Awaluddin mengaku belum mengetahuinya.
Baca Juga: Virus Corona Masuk Jakarta, DPRD DKI Minta Anies Batalkan Formula E
"Oh enggak tahu tuh," kata Budi.
Demikian juga dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir yang mengatakan hal serupa. Ia mengaku baru tahu kebijakan ini dari wartawan.
"Ini saya baru tahu dari kamu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?