Suara.com - Kawasan di RW 9, Swadaya I, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan menerapkan isolasi mandiri bersamaan dengan wabah corona COVID-19 yang makin mengganas di Ibu Kota.
Penerapan karantina wilayah itu dilakukan atas inisiasi warga.
Ketua RT 12, RW 9 Tachyudi mengatakan warga melakukan isolasi mandiri sebab ada satu warga di RT 9 RW 9 dirawat di rumah sakit dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona Covid-19.
"Memang ada satu pasien PDP itu sudah dibawa ke rumah sakit, informasinya sih ke RS Tarakan, tapi bukan warga saya, jadi dia RT 9 RW 9, kalau saya RT 12, jadi dari tempat saya kira-kira jaraknya ada sekitar 500 meter lah," kata Tachyudi saat dikonfirmasi Suara.com, Minggu (5/4/2020).
Menurut Tachyudi, ada beberapa jalan sudah ditutup warga sehingga hanya kendaraan roda dua yang boleh melintas, satu-satunya jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat adalah Jalan Swadaya 1.
"Iya tutup, tapi sepeda motor masih ada yang lewat, tapi kalau ada yang mau ke (Jalan) Saharjo lewat jalan Swadaya 1 masih dibuka," lanjutnya.
Pengurus RW 9 meminta seluruh orang baik pengamen, ondel-ondel, pengemis, pemulung, pencari sumbangan, debt collector, dan ojek online cukup berhenti di depan gang dan menyuruh pemesan untuk bertemu di depan gang.
Dia mengaku belum tahu sampai kapan hal ini akan berlangsung, pihaknya masih berkoordinasi dengan kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.
"Kami masih nunggu perintah dari kelurahan lagi, kalau nutup itu kan inisiatif warga saja jadi belum ada arahannya," tutupnya.
Baca Juga: Dua PDP Meninggal, Kasus Positif Corona di Gunungkidul Muncul Lagi
Berita Terkait
-
Wafat saat Demam Tinggi, Ayah Dituduh Positif Corona dan Foto KTP Disebar
-
Update Pasien Corona di RSD Wisma Atlet: 127 Positif, 238 PDP, 72 ODP
-
Satu PDP Corona di Simalungun Meninggal, Punya Riwayat dari Jakarta
-
Jurnalis PDP Corona Wafat Diduga Ditelantarkan, IDI Bongkar Masalah RS
-
Ngadu Tapi Dicueki Jokowi, RS Bantah Terlantarkan Almarhum Jurnalis Willy
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja
-
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Membaca Amarah Publik pada Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP: Selesai Kontrak, Selesai Loyalitas?
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama