Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) ikut meramaikan tren menghias roti meses. Namun, aksinya itu justru diprotes oleh Chef Arnold Poernomo.
KemenPUPR mengunggah foto roti yang dihias menggunakan meses berwarna kuning dan hitam membentuk logo KemenPUPR. Foto roti meses tersebut diunggah melalui akun Twitter @KemenPU.
"Mimin sudah berusaha, tapi hasilnya masih nggak rapi Chef @ArnoldPoernomo," tulis akun resmi KemenPUPR seperti dikutip Suara.com, Selasa (28/4/2020).
Cuitan tersebut dibalas oleh Chef Arnold. Alih-alih ingin melaporkan hasil karya mengikuti tren roti meses, admin KemenPUPR malah kena semprot Chef Arnlod.
"Kenapa kalian malah bikin roti ceres?!!! Bukannya ada hal lain yang lebih penting??!!!" balas Chef Arnold.
Balasan Chef Arnold tersebut langsung dibanjiri oleh komentar warganet lainnya. Banyak juga warganet yang mengkritik KemenPUPR agar fokus dalam pelayanan masyarakat, bukan malah mengikuti tren kekinian.
Salah satunya warganet @blueredblack_ yang mengkritik agar KemenPUPR lebih tanggap menerima keluh kesah warga dalam hal pembangunan.
"Daripada bikin ginian, lebih baik adminnya pantau keluh kesah rakyat tentang jalan yang bolong-bolong atau hal lain yang lebih penting sesuai kewajiban kementerian. Tolong contoh admin @KAI121. Tidak perlu ikut-ikutan hype kalau mau disukai rakyatnya. Terkesan caper. Sorry to say," ujar warganet @blueredblack_.
Kritik dari warganet tersebut langsung dibalas oleh KemenPUPR. Mereka berdalih selalu memberikan kabar terkini mengenai perkembangan KemenPUPR.
Baca Juga: Dikasih Uang Rp2 Ribu, Tukang Sayur Malah Babak Belur Digebuki Orang Gila
"Supaya lebih objektif, yuk follow dan cek linimasa akun @KemenPU secara utuh, biar selalu terupdate apa saja yang akan, sedang dan sudah dilakukan oleh Kementerian PUPR," balas KemenPUPR.
Aksi KemenPUPR membuat roti meses juga menarik perhatian perusahaan BUMN lainnya. Mulai dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pembangunan Perusahaan (Persero) hingga Ditjen Imigrasi ikut mengomentari hasil karya roti meses KemenPUPR.
"Terniat," kata @PTPP_ID.
Berita Terkait
-
Kocak, Chef Arnold Tantang Kementerian dan BUMN Bikin Challenge Roti Meses
-
Menteri BUMN Erick Thohir Diserang Hoaks Terkait Pencemaran Nama Baik
-
Menteri Erick Thohir Gandeng Swasta Susun Road Map Industri Kesehatan
-
Kritik Jokowi di Twitter, Lukman Prananto Mundur dari BUMN PP Energi
-
Kritik untuk Pemerintah dari Akun Lukman Prananto Ini Menuai Kecaman Publik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan