Suara.com - Meski Singapura tengah menerapkan kebijakan lockdown dan pembatasan kegiatan sosial, sekelompok pemuda ini malah menggelar pesta di taman Woodlands.
Melansir dari Asia One, sejumlah 7 pemuda yang terdiri dari enam pria dan satu wanita ini, menerobos pita pembatas dan merangsak masuk ke taman pada Sabtu (2/4) malam.
Para pemuda ini juga tak mengindahkan jaga jarak meski bangku taman telah dipasangi tanda. Mereka duduk berhimpitan mengerumuni meja bundar.
Sembari minum bir, para pemuda ini disebutkan mengobrol dan berada di taman hingga pagi.
Dalam keadaan mabuk, mereka membuat gaduh dan mengganggu para warga Woodlands Circle Blok 736, yang tinggal di dekat taman.
Seorang warga mengatakan, para pemuda ini tertawa dan mengobrol dengan kencang sehingga membangunkan keluarganya pada pukul 04.00 pagi.
Tak kunjung bubar hingga pukul 07.00 pagi, warga ini pun bergegas untuk memanggil pihak kepolisian.
"Saya harap setiap orang dapat mengendalikan diri (dan tinggal di rumah) selama periode krits ini, supaya pandemi dapat segera berakhir," ujarnya kepada Shin Min Daily.
Petugas kepolisian kemudian datang dan segera membubarkan para pemuda yang berusia 23 hingga 25 tahun tersebut, sekaligus mendenda mereka karena telah melanggar aturan jaga jarak sosial.
Baca Juga: AS Klaim Punya Bukti, Inggris Minta China Transparan Soal COVID-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat