Suara.com - Para ilmuan pesimistis dapat menemukan hewan yang jadi perantara penyebaran virus corona covid-19 ke manusia. Pencarian spesies itu dinilai bisa menjadi langkah yang sulit.
Dilansir BBC, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk sementara menyebut virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu merupakan produk alami dan bukan rekayasa genetik yang dilakukan manusia.
Spesies kelelawar yang ditemukan di Wuhan, China, memiliki bukti kuat sebagai sumber awal pemilik patogen misterius yang menyerang sistem pernapasan itu.
Namun, ilmuan belum menemukan bukti bagaimana virus yang dimiliki kelelawar itu bisa 'menyeberang' ke manusia. Spesies hewan apa yang menjadi perantaranya?
Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Dr Maria Van Kerkhove mengungungkapkan, tengah mempersiapkan diri apabila penelitian tak mampu menemukan spesies perantara tersebut.
"Kami sedang mempersiapkan untuk sesuatu seperti ini di mana tak penting (mencari) 'jika'--penyebab, tapi yang terpenting adalah 'kapan'," kata Maria seperti diberitakan BBC, Selasa (5/5/2020).
Selepas wabah virus Corona 'meledak' di kota Wuhan, China, banyak asumsi yang menyebut pasar hewan liar menjadi sumber kemunculan virus corona covid-19.
Namun, dilaporkan BBC, sumber virus, yakni seekor hewan dengan patogen Corona dalam tubuhnya, tak ditemukan di pasar hewan tersebut.
Menurut Profesor James Wood dari University of Cambridge, asumsi yang menyebut pasar hewan sebagai sumber dari dimulainya wabah Covid-19 tak sepenuhnya salah.
Baca Juga: Turut Berduka, Dede Yusuf: Didi Kempot Sosok Fenomenal
Namun, lanjutnya, infeksi pertama dari hewan ke manusia bisa saja berasal dari tempat lain.
"Kelompok awal infeksi dikaitkan dengan pasar--itu adalah bukti tidak langsung," jelas Prof James Wood.
"(Tapi) infeksinya bisa berasal dari tempat lain dan hanya, kebetulan, berkerumun di sekitar orang di sana. Tetapi mengingat itu adalah virus hewan, asosiasi pasar sangat sugestif."
Asumsi mengenai adanya spesies perantara di antara kelelawar dan manusia, disebut Wood amat mungkin terjadi mengingat kasus pandemi SARS pada 2003 lalu.
Saat itu, kata Wood, peneliti menemukan bahwa virus SARS ditransmisikan ke populasi manusia lewat musang palm, kendati sumber patogennya ditemukan dari kelelawar.
"Virus Sars asli ditransmisikan ke populasi manusia melalui epidemi di musang sawit, yang diperdagangkan di sekitar China selatan untuk dimakan," kata Wood.
"Hal itu sangat penting untuk diketahui karena ada epidemi di musang sawit, yang harus dikontrol untuk menghentikan penyebaran yang sedang terjadi pada manusia," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan