Suara.com - Pekerja asing di Jepang mulai merasakan 'corona cuts' atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi akibat terpukulnya ekonomi Jepang karena pandemi virus corona. Salah satunya adalah Rennan Yamashita.
Melansir Channel News Asia, Rennan Yamashita merupakan salah satu contoh pekerja asing yang terkena PHK di Jepang akibat pandemi virus corona.
Dia diberhentikan dari pekerjaannya di pabrik suku cadang mobil yang ia jalani hanya selama empat bulan.
"Jika mereka membutuhkanmu, mereka akan mempekerjakanmu. Jika mereka tidak membutuhkanmu, mereka akan memecatmu. Sesederhana itu," ujar Yamashita dikutip dari CNA.
Pandemi virus corona menyebabkan ekonomi Jepang terpukul. Banyak pabrik, seperti pabrik pembuatan mobil mengurangi produksi.
Pekerja asing sangat rentan akan kondisi ekonomi tersebut. Sebab jaringan mereka cukup lemah dan terhambat bahasa sehingga membuatnya sulit mencari bantuan pemerintah.
Serikat pekerja, pengacara, dan organisasi nirlaba mengatakan pekerja asing seperti Yamashita adalah pihak pertama yang kehilangan pekerjaan karena kebijakan 'corona cuts'.
Mereka juga mengkhawatirkan dapat meluas menjadi PHK secara massal yang pernah terjadi pada krisis pada tahun 2008.
Bulan lalu, Pusat Penelitian Ekonomi Jepang memperkirakan jika PDB Jepang turun hingga 25 persen tahun ini, tingkat pengangguran akan mencapai 5 persen dan sekitar 2 juta orang bisa kehilangan pekerjaannya.
Baca Juga: Jepang Perpanjang Status Darurat, Fujitani: Tenaga Medis Sudah Stres Berat
Pada bulan Maret dan April, sebuah organisasi buruh yang berbasis di Mie, menerima 400 konsultasi dari para pekerja yang terkena dampak virus corona, 330 diantaranya adalah pekerja asing.
"Pekerja asing dengan kontrak jangka pendek diberhentikan terlebih dulu,karena mereka lebih mudah dipecat," ujar Akai Jimbu dari Union Mie .
"Mereka (pekerja asing) hampir seperti disewa, mereka bisa dipecat ketika keadaan tidak memungkinkan. Hanya sebagai cadangan di mata majikan," jelas Jimbu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan