Suara.com - AirAsia Indonesia mengupayakan membayarkan tunjangan hari raya (THR) dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan meskipun pendapatan merosot tajam terdampak COVID-19.
“Untuk revenue (pendapatan) nol dan cost (biaya-biaya) masih jalan, pasti berat. Berkaitan dengan efisiensi, kami melakukan pendekatan-pendekatan dan mencari sumber-sumber dana dan capital (modal) yang baru," kata Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine, ditulis Selasa (5/5/2020).
"Kami berupaya mati-matian pagi, siang, sore, malam untuk memastikan PHK adalah solusi terakhir,” Veranita menambahkan.
Veranita mengatakan, pemotongan gaji memang tidak terhindari dengan adanya tantangan pandemi ini, mulai dari 50 persen di tingkat direksi hingga jumlah besaran bervariasi dengan level jabatan di bawahnya.
“Jujur, ada yang mendapatkan pengurangan pengupahan termasuk saya. Prinsipnya jajaran manajemen di atas itu menanggung paling, saya sendiri 50 persen. Begitu juga jajaran yang di bawahnya, ada bervariasi,” katanya.
Dia menegaskan pihaknya tidak merumahkan karyawan, hanya saja hampir seluruh karyawan saat ini sudah bekerja dari rumah.
Veranita mengatakan pihaknya tetap mengupayakan untuk membayarkan THR dan saat ini tengah menghitung besaran yang harus perusahaan keluarkan sejak setop operasi sementara pada 1 April 2020 lalu.
“THR itu sekarang saya lagi hitung-hitung, doakan ya,” ujarnya.
Ia mengaku pihaknya juga sudah meminta keringanan kepada operator bandara, pemerintah serta pihak penyewa pesawat (lessor) terkait pembayaran tagihan sewa pesawat baik secara langsung maupun melalui asosiasi.
Baca Juga: AirAsia Hentikan Penerbangan Gegara Corona, Tony Fernandes Bilang Begini
Keringanan yang diminta, seperti pembebasan bea masuk suku cadang, PPh 21, biaya kebandarudaraan, pinjaman lunak, relaksasi kredit dan sebagainya.
“Komponen biaya banyak, tapi secara garis besar ada penambahan biaya berkaitan dengan paket pesawat, kami koordinasi dengan PT Angkasa Pura agar kita bisa dapatkan termin-termin yang lebih lunak. Kalau ada kewajiban biaya, kami minta kebijaksanaan sebisa mungkin. Kepada pemerintah dan jajaran penerbangan udara untuk bisa memberikan pelunakan agar AirAsia bisa lebih kuat dalam pertahankan operasionalnya saat COVID-19 ini,” katanya.
Terkait keringanan pembayaran sewa pesawat, Veranita mengatakan pihaknya juga mendapatkan tanggapan positif dari lessor.
“Group AirAsia keringanannya itu pembayaran dijadwalkan ulang. Cukup positif dari lessor kita ada banyak disampaikan. Prinsip di mana kita sudah renegosiasi termin-termin pembayaran kita dan elemen biaya semaksimal yang kita bisa, lessor punya tantangan juga,” ujarnya.
Selain itu, AirAsia juga berupaya memaksimalkan penerbangan kargo melalui layanan kargo AirAsia Group yakni Teleport.
“Kargo ini bisnis tambahan. Kita harus lincah bisa mengambil dan mengupayakan ceruk bisnis baru. saya lihat kargo bisnis banyak dibutuhkan karena tingkat penerbangan penumpang turun, bukan hanya AirAsia saja. Tentu kargo kesulitan, itu berusaha kami fasilitasi. Ambisinya balance (seimbang) dengan kebutuhan perusahaan dan demand (permintaan) konektivitas,” katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok