Suara.com - Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memaparkan, sebagian besar orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sudah berkurang dari jumlah total.
Yurianto menyebut, sekitar 200 ribu orang dari total 240.726 ODP sudah selesai dipantau dan kini dalam kondisi sehat.
"ODP akumulasi sejak awal maret adalah 240.726 dan sebagian besar lebih dari 200 ribu sudah selesai pemantauan dan kondisinya baik," kata Yuri dari Kantor BNPB, Jakarta pada Rabu (6/5/2020).
Begitu pun dengan kondisi 26.932 orang PDP yang kini sudah terlepas dari status PDP Covid-19.
"PDP ada 26.932 orang, kami akumulasi datanya dari provinsi sebagian besar juga sudah selesai penangananan dan ternyata bukan kasus Covid-19," ucapnya.
Meski begitu, grafik jumlah pasien positif Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia belum juga menunjukkan penurunan. Hingga Rabu (6/5/2020) ini, tercatat sudah sebanyak 12.438 orang positif terinfeksi Virus Corona.
Yuri memaparkan, hasil pemeriksaan 128.383 spesimen dari 92.976 orang terdapat penambahan sebanyak 367 orang dari Selasa (5/5/2020) sehingga menjadi 12.438 orang.
Dari jumlah itu, Yuri menyebut ada penambahan sebanyak 23 orang yang meninggal sehingga total menjadi 895 orang dan ada penambahan 120 orang sembuh sehingga total menjadi 2.317 orang. Semua ini tersebar merata di 34 provinsi dan 350 kabupaten/kota, ada 15 kabupaten/kota yang baru terinfeksi.
Data Selasa (5/5/2020), jumlah pasien positif Virus Corona sebanyak 12.071 orang. Dari jumlah tersebut, 9.002 dirawat, 2.197 orang sembuh dan 872 orang meninggal dunia.
Baca Juga: Mau Kabur, ODP Corona Pecahkan Kaca Ruang Isolasi RSUD Cianjur Tengah Malam
Berita Terkait
-
Mau Kabur, ODP Corona Pecahkan Kaca Ruang Isolasi RSUD Cianjur Tengah Malam
-
Ingin Balik ke Madura, Pemudik Berstatus ODP Terjaring di Cek Poin Waru
-
Update Pasien RSD Wisma Atlet 29 April: 715 Positif Corona, 44 PDP, 56 ODP
-
Polisi Jatim Bentuk Tim Pemburu ODP dan PDP Virus Corona yang Kabur
-
Kelabui Petugas, ODP Ber-KTP Jakarta Langsung Ngacir Masuk Kota Surabaya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela
-
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik
-
No Ribet, SPayLater SatSet Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk Layani Kenyamanan Pengunjung
-
Status JC Ditolak, DPR Minta LPSK Tak Beri Perlindungan Sony Sanjaya
-
Pramono Anung ke Jajaran: Tertibkan Parkir Liar Harus Tegas, Tapi Jangan Berlebihan!
-
Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat