Seperti cuitan yang dibuat oleh akun Twitter @my************* pada Rabu (6/5/2020).
"Aiman tolong ini rakyat kita, sedih banget, pekerja Indonesia bener-bener kaya budak, mayatnya dibuang ke laut, kerja 30jam nonstop istirahat cuman 6 jam, 5 dari mereka sebelumnya kerja 13bln digaji cuman sekitar 1,7 juta. #riphumanity," cuitnya dengan menunjukkan tangkapan layar video Youtube Hansol.
Warganet lain membuat cuitan, "Sudah tahu berita ini belum, ketutup sama Covid deh di indonesia. Beritanya muncul di MBC Korea."
Surat Pernyataan Dikremasi dan Keterangan Saksi
Beberapa ABK asal Indonesia yang mengetahui kejadian itu memberikan kesaksiannya kepada MBC. Mereka menyebut bahwa jasad temannya yang meninggal seharusnya dikremasi.
Disadur dari imnews.imbc.com, Selasa (5/5/2020), sebanyak tiga WNI yang bekerja menjadi ABK di kapal Longxing 629 China dikabarkan telah meninggal dan jasadnya dibuang ke laut. Mereka adalah Ari (24), Alfattah (19) dan Sepri (24).
Video yang beredar menunjukkan detik-detik ketika jasad Ari dibuang ke laut dimana sebelumnya dilakukan pemakaman sederhana dengan dupa dan mencipratkan alkohol.
Dalam video MBC itu juga ditampilkan sebuah surat pernyataan yang menunjukkan bahwa ada kesepakatan dimana ABK yang meninggal saat bekerja jasadnya dikremasi dan abunya diberikan kepada keluarga.
Selain itu, dalam surat tersebut juga tertulis uang sebesar 10.000 US Dolar akan diserahkan kepada ahli waris saat ada ABK yang meninggal. Surat pernyataan itu juga tertulis dalam bahasa Indonesia.
Baca Juga: Polisi Kena Prank Orang Tua Ferdian Paleka
ABK A asal Indonesia mengaku, "Rekan-rekan pelaut bersaksi bahwa kondisi di kapal itu buruk dan eksploitasi berlanjut, dan bahwa para pelaut yang telah meninggal mengeluh tentang penyakit mereka selama sekitar satu bulan".
ABK B asal Indonesia menduga penyebab kematian rekannya karena air minum yang tidak layak.
"Awalnya, rekan-rekan yang meninggal merasakan mati rasa pada kaki, dan kakinya mulai membengkak. Saya membengkak di tubuh saya dan sulit bernapas," ujar ABK B, dilaporkan MBC News.
Para ABK asal Cina di kapal itu minum air minum kemasan. Tetapi ABK asal Indonesia tidak diperbolehkan meminumnya.
ABK Indonesia minum air laut yang telah disaring. Mereka mengatakan setelah minum air itu lalu jatuh sakit.
"Awalnya, saya tidak minum air laut yang disaring. Kemudian saya pusing. Lalu dahak mulai keluar dari tenggorokan saya," tutur ABK B.
Konon, mereka juga bekerja selama 18 jam sehari bahkan lebih.
"Kadang-kadang saya harus berdiri dan bekerja selama 30 jam berturut-turut, dan saya tidak bisa duduk kecuali ketika makan yang diberikan setiap enam jam," kata ABK A.
Berita Terkait
-
Heboh di Korea Selatan, Jasad WNI Anak Buah Kapal China Dibuang ke Laut
-
Sebelum Pulang ke RI, 14 ABK Terdampar di Korsel Jalani Karantina Covid-19
-
Ketua SPPI Korsel, Ari Purboyo: 14 ABK Long Xing Kini Juga Memprihatinkan
-
14 WNI ABK Kapal China Terdampar di Korsel, Bingung Pulang ke Indonesia
-
Jasad 3 WNI ABK Longxing Dibuang ke Laut, Meninggal Dengan Tubuh Membengkak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan