Suara.com - Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang dinantikan oleh seluruh umat muslim di muka bumi saat bulan Ramadan.
Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan.
Di malam tersebut, barang siapa yang memanjatkan permintaan dengan sungguh-sungguh akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dikutip dari Nu.or.id seperti yang ditulis Fathoni, Selasa (11/5/2020), Rasulullah SAW menyambut malam mulia tersebut dengan bei'tikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Merujuk pada tafsir Prof Dr Muhammad Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (1999), pada saat-saat tersebut Rasulullah akan bertadarus sembari merenung berdoa.
Adapun salah satu amalan yang kerap beliau lakukan untuk menjemput Lailatul Qadar adalah memperbanyak membaca dan menghayati makna doa sapu jagat.
Berikut bunyi doa sapu jagat beserta artinya.
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasana wa qina 'adzabannar.
Artinya: Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka
Baca Juga: Alasan Keamanan, Kuasa Hukum Ferdian Paleka Ajukan Penangguhan Penahanan
Sementara itu, mengenai makna yang terkandung dalam doa sapu jagat tersebut yakni berisi permohonan umat muslim yang disertai usaha.
Orang yang membaca doa sapu jagat tak sekadar memohon kebaikan di dunia dan akhirat, melainkan berusaha pula untuk meraih kebajikan tersebut.
Sementara kebaikan tersebut tidak hanya untuk didapatkan di dunia tapi juga di akhirat kelak sesuai dengan hakikat malam lailatul qadar yang kebaikan dan kemuliannya bersifat tanazzalul atau berkesinambungan.
Sebagai catatan, meski Allah SWT menjanjikan kemuliaan pada Lailatur Qadar, seseorang diminta meningkatkan amal dan ibadah, tak sekadar menunggu malam tersebut.
Sebab, kebaikan harus dilakukan secara terus menerus sebagaimana kemuliaan yang ditunjukkan pada malam Lailatur Qadar dan dampaknya terhadap kehidupan di waktu yang akan datang.
Berita Terkait
-
Cara Menghitung Perkiraan Jatuhnya Lailatul Qadar di Bulan Ramadan 2020
-
Melarat karena PSBB, Sopir Bus Doa Ibu Jual Emas Istri buat Beli Susu Anak
-
Ini Cara Rasulullah Dapatkan Malam Lailatul Qadar Lengkap dengan Doanya
-
Doa Rasulullah dan Zikir untuk Penderita Sakit Keras Termasuk Pasien Corona
-
Bacaan Doa dan Tahlil Lengkap untuk Arwah Didi Kempot
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta