- IPMG bekerja sama dengan FKM UI untuk mencetak ahli farmasi guna merespons ancaman krisis kesehatan global.
- Kolaborasi ini diresmikan melalui perjanjian pada Senin, 25 Mei 2026, sebagai investasi jangka panjang kesehatan nasional.
- Mahasiswa akan mengikuti magang bersertifikat untuk mempelajari riset obat dan etika medis dari pakar farmasi internasional.
Suara.com - Di saat World Health Organization membunyikan alarm bahaya atas penyebaran virus Ebola yang telah ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern, dunia kembali diingatkan betapa rapuhnya ketahanan kesehatan global terhadap ancaman biologis baru.
Menjawab tantangan tersebut, International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG)—yang menaungi raksasa farmasi global seperti AstraZeneca, Pfizer, hingga Novartis—mengambil langkah strategis dengan menjalin kemitraan bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Kolaborasi ini bukan sekadar program magang biasa, melainkan upaya untuk mencetak generasi ahli farmasi dan kesehatan masyarakat yang mampu merespons krisis kesehatan global dengan inovasi berbasis riset di tengah ancaman wabah yang terus melintasi batas negara.
Menjawab Kesenjangan Inovasi di Tengah Krisis
Saat ini, kawasan Afrika, khususnya Republik Demokratik Kongo dan Uganda, tengah berjuang melawan wabah virus Ebola jenis Bundibugyo yang hingga 24 Mei 2026 telah mencatatkan ratusan kasus dengan tingkat fatalitas mengkhawatirkan.
Keterbatasan infrastruktur pencegahan infeksi dan tingginya mobilitas penduduk menjadi faktor utama ancaman penyebaran virus ke pusat-pusat populasi besar seperti Kampala dan Goma.
Di tengah situasi tersebut, IPMG menilai inovasi medis global tidak bisa hanya bertumpu pada negara maju. Diperlukan kolaborasi dengan talenta lokal di negara berkembang yang memahami ekosistem kesehatan masyarakat secara mendalam.
Membangun Fondasi Kesehatan yang Tangguh
Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Senin (25/5/2026), IPMG dan FKM UI resmi membuka jalur magang bersertifikat bagi mahasiswa agar terpapar langsung dengan ekosistem industri farmasi inovatif.
Baca Juga: Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri
Direktur Eksekutif IPMG, Ani Triana Rahardjo, dan Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, sepakat bahwa kemitraan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan masa depan kesehatan yang lebih tangguh.
Ketua IPMG, Evie Yulin, menegaskan bahwa peran talenta muda sangat vital dalam menghadapi dinamika kesehatan global yang semakin tidak menentu.
“Indonesia memiliki ambisi besar untuk menjadi negara yang berdaya saing tinggi di sektor kesehatan. Oleh karena itu, IPMG mengambil langkah konkret untuk berkontribusi mencetak talenta muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing internasional,” ujar Evie Yulin.
Kolaborasi Strategis Hadapi Ancaman Biologis
Program ini menyediakan wadah eksklusif bagi mahasiswa untuk dibimbing langsung oleh pakar dari 24 perusahaan farmasi multinasional, termasuk perusahaan yang berada di garis depan pengembangan vaksin global.
Selain program magang, kerja sama ini juga mencakup transfer pengetahuan mengenai proses penemuan obat (drug discovery) hingga standar etika medis global.
Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati menilai sinergi ini penting untuk menghubungkan teori akademik dengan realitas industri, terutama dalam menciptakan profesional kesehatan yang adaptif dan inovatif.
“Mahasiswa kami tidak hanya mendapat pengalaman kerja nyata, tetapi juga pemahaman mendalam tentang kontribusi industri farmasi berbasis riset terhadap kesehatan masyarakat luas. Kami berharap kemitraan ini menjadi fondasi yang kuat bagi lahirnya generasi profesional kesehatan yang adaptif, inovatif, dan membawa dampak nyata bagi Indonesia,” tutur Prof. Indri.
Berita Terkait
-
Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga
-
Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas
-
Febrie Adriansyah Akhirnya Ditetapkan Tersangka, Habiburokhman: Sudah Begitu Gamblang Diberitakan