Suara.com - Sebanyak 35 warga telah meninggalkan Jakarta dengan menggunakan sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur pada Senin (18/5/2020).
Puluhan penumpang itu bisa bepergian setelah melengkapi persyaratan yang tercantum dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
Kepala Satuan Pelaksana Operasional Terminal Pulo Gebang Afif mengatakan 35 orang dokumennya lengkap tersebut akan menuju sejumlah wilayah Jawa maupun luar Jawa. Rincian tujuan bepergian itu, yakni tujuan Bengkulu mencapai 14 orang, Surabaya empat orang, Malang satu orang dan Pekalongan 16 orang.
"Ini mereka menggunakan empat bus yang beroperasional," kata Afif saat dihubungi Suara.com.
Arif mengatakan, ada empat orang yang tidak bisa berangkat keluar Jakarta lantaran dokumen yang dibawa dinyatakan tidak lengkap.
"Data ditolak hari ini, sebanyak empat orang sampai dengan pukul 17.00 WIB," ujar Afif
Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, merupakan satu-satunya terminal bus AKAP yang dapat digunakan warga untuk bepergian keluar Jakarta dengan angkutan umum. Namun, warga diwajibkan untuk melengkapi sejumlah persyaratan sesuai surat edaran pemerintah yang dikeluarkan Gugus Tugas penanganan Covid-19.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Berasa PSBB, Macet Mengular di Kawasan Pasar Minggu Jelang Berbuka
-
Lebaran Tetap Periksa Sampel Covid-19, BBTKLPP Jakarta Bilang Begini
-
Rapid Test saat Mendarat di Bandara Soetta, 131 WNI Positif Corona
-
Wafat karena COVID-19, Perawat Hamil RS Royal Surabaya Sudah Sepekan Sakit
-
GEGER! Kini 3 RW Dekat Tanah Abang Jadi Zona Merah Virus Corona
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung