Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) fase ketiga bisa menjadi saat penghabisan. Setelah itu, masyarakat akan memulai hidup baru dengan berbagai pembaruan berdampingan dengan corona atau new normal.
Karena itu, Riza mengatakan masyarakat harus bisa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang lebih ketat dari sebelumnya. Dengan demikian, pihaknya tidak akan lagi memperpanjang PSBB.
"Bukan pelonggaran yang kita lakukan, tapi pengetatan, sehingga, ketika masa penghabisan PSBB ini, kita bisa mengakhiri PSBB dan diharapkan," ujar Riza saat melakukan siaran langsung di instagram pribadinya, Rabu (20/5/2020).
Riza mengatakan setelah masa PSBB berakhir, virus corona belum hilang sepenuhnya. Karena kehidupan normal baru akan dijalankan, ia meminta agar masyarakat berdamai, bahkan berdansa dengan corona.
"Virus korona itu sampai sekarang belum ditemukan vaksinya, sehingga kita harus mempersiapkan diri, dengan cara apa? Dengan cara berdamai, berdansa, dengan cara mensiasati konsep baru yang menggunakan protokol Covid-19," kata Riza.
Mantan anggota DPR RI ini menyatakan pihaknya akan mengatur kehidupan new normal ini sedemikian rupa. Agar kedepannya masyarakat tetap bisa menjalani berbagai sektor kehidupan seperti biasa di tengah corona.
"Mudah-mudahan bisa meningkatkan kualitas pendidikan, pekerjaan kualitas usaha, ibadah, bisa kita tingkatkan sekalipun dengan cara-cara yang baru, ini jadi tantangan kita," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?